Example floating
Example floating
Home

Pengakuan Internasional! Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2024

Alfi Fida
×

Pengakuan Internasional! Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2024

Sebarkan artikel ini
Pengakuan Internasional! Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2024
Pengakuan Internasional! Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2024

“Perubahan pola pertanian dan kondisi lahan juga mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam sektor agrikultur. Potensi kompos dikembangkan melalui unit usaha masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” lanjut Sugeng.

Usaha kompos di Dusun Babadan yang awalnya hanya melibatkan segelintir orang, kini berkembang menjadi kelompok besar bernama “Babadan Makmur”. Kelompok ini terdiri dari beberapa kelompok binaan seperti Koperasi Mandiri Lintas Generasi, Kelompok Pertanian Dusun Babadan, Kelompok Peternakan Muda Mandiri, Kelompok Perikanan Tirto Wening, Kelompok UMKM Ibu-Ibu Milenial, dan Kelompok Kompos Tabur Makmur.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Semua kelompok ini menjalin kerja sama strategis, menciptakan rantai nilai yang berkesinambungan. Mereka menyadari pentingnya kolaborasi yang kuat untuk mencapai target secara optimal. Hal ini dilakukan oleh seluruh anggota Babadan Makmur yang kini berjumlah lebih dari 100 orang.

“Melalui inisiatif ini, Pupuk Kaltim tidak hanya mendukung kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi dalam upaya perbaikan kualitas lahan dan tanaman melalui tata kelola pertanian yang lebih ramah lingkungan,” jelas Sugeng.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Pupuk Kaltim juga melibatkan karyawan untuk memberikan tambahan bekal kepada anggota Babadan Makmur, sebagai bentuk kesinambungan pendampingan. Langkah ini diambil agar usaha kompos yang dikelola semakin mandiri dan berdaya saing, mendorong terciptanya swasembada pangan secara berkelanjutan, dan mewujudkan ekonomi sirkular di bidang pertanian.

“Pupuk Kaltim terus memperkuat upaya ini sebagai bentuk nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan dengan mengedepankan pendekatan ekonomi melalui pemberdayaan. Kami juga mendorong sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambah Sugeng.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Penghargaan AREA 2024 ini menjadi motivasi bagi Pupuk Kaltim untuk terus berinovasi dan berkontribusi secara konsisten. Gagasan PKT BISA diharapkan dapat menjadi pilot project yang diaplikasikan di lokasi lain, sehingga lebih banyak penerima manfaat program.

“Penghargaan ini membuktikan komitmen Pupuk Kaltim untuk terus berkontribusi terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai inisiatif yang berkelanjutan,” tutup Sugeng Suedi.

Pupuk Kaltim: Pionir Pertanian Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia

Program Pertanian Kompos Terpadu (PKT BISA) yang dikembangkan oleh Pupuk Kaltim di Dusun Babadan telah berhasil memberikan dampak positif yang signifikan bagi petani setempat. Melalui pelatihan dan pendampingan yang intensif, para petani mampu memanfaatkan limbah peternakan menjadi kompos berkualitas tinggi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan mereka yang sebelumnya kurang subur. Selain itu, program ini juga berhasil mendorong terciptanya unit usaha masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.