Example floating
Example floating
Peristiwa

Pencarian Korban Tenggelam di Way Katibung

Avatar
×

Pencarian Korban Tenggelam di Way Katibung

Sebarkan artikel ini

MEMO – Upaya pencarian Ubaydillah, remaja 18 tahun yang melaporkan tenggelamnya Sungai Way Katibung, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, terus dilakukan. Namun, hingga hari Minggu, 2 Maret 2025, pencarian tersebut belum menghasilkan hasil.

Kejadian tragis ini bermula pada hari Sabtu, 1 Maret 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Ubaydillah sedang memancing bersama teman-temannya di Sungai Way Katibung. Ketika hendak melintasi sungai, ia tiba-tiba terjatuh dan tenggelam.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Ubaydillah merupakan warga Dusun Sinar Mulya, Desa Purwodadi, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan. Mengetahui kejadian ini, Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, segera mengerahkan personel Pos SAR Bakauheni untuk melakukan operasi pencarian.

Tim kami tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 7 malam dan langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan, ujar Deden Ridwansah kepada RRI pada hari Minggu, 2 Maret 2025. Tim SAR gabungan ini terdiri dari BPBD Lampung Selatan, Polsek Katibung, Babinsa Candipuro, relawan Lampung Selatan, aparat desa, dan masyarakat setempat.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Pencarian awal dilakukan secara visual dari tepi sungai. Selain itu, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran menggunakan perahu karet hingga radius 700 meter dari lokasi kejadian. Meskipun upaya pencarian terus dilakukan hingga pukul 22.00 WIB pada hari Sabtu, korban belum berhasil ditemukan.

Pada hari kedua pencarian, tim SAR digabungkan membagi tim menjadi dua SRU (SAR Rescue Unit). SRU 1 menggunakan perahu karet untuk menjelajahi sungai sejauh 2 kilometer dari lokasi kejadian. Tim juga melakukan manuver di tempat-tempat yang diduga sebagai lokasi keberadaan korban.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

SRU 2 melakukan pemantauan dan pengecekan berkala di tempat-tempat yang telah dipasangi jaring pengamanan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan korban terangkut di jaring tersebut.

Tim SAR juga menggunakan AquaEye, alat deteksi bawah air, untuk mencari korban di lokasi yang mencurigakan. Namun, hasil deteksi belum menunjukkan adanya sinyal keberadaan korban.

“Pencarian masih nihil, dan pemantauan dilanjutkan pada malam hari. Pencarian akan dilanjutkan kembali pada hari Senin, 3 Maret 2025, dengan memperluas area pencarian,” pungkas Deden Ridwansah.