Memo, Surabaya.
Pemerintah Kota Surabaya, akan mengintegrasikan adanya layanan Bus Trans Jatim dengan versi transportasi lain seperti angkutan kota dan (KA) kereta api lokal atau Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Upaya terebut dilakukan demi meningkatkan konektivitas dan kemudahan transportasi antarwilayah tanpa mematikan adanya angkutan umum yang telah ada.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan ulang, konsep integrasi kini harus berpihak pada penguatan layanan yang sudah berjalan. “Saya tidak ingin ada yang lewat, kemudian moda transportasi lain tidak berfungsi,” katanya.
Warga dari Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya nantinya juga bisa memilih moda transportasi yang terhubung satu sama lain. Penumpang Bus Trans Jatim, seperti bisa turun di titik tertentu lalu melanjutkan perjalanan dengan angkot atau layanan Wira-Wiri. Hal tersebut merupakan misi utama untuk memudahkan masyarakat dalam meningkatkan kemudahan antar daerah.
Tentang pembagian tarif atau sistem tiket terusan, masih menjadi pembahasan hangat antara Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur. “Nanti kita akan hitung. Misalnya, Rp2.000 sampai mana? Oh, batas opernya di sini,” tegas Eri.












