“Targetnya, jalur dari Plembon menuju Made bisa benar-benar layak. Kita usulkan bantuan 1.500 meter agar perbaikannya menyeluruh,” imbuh Heruwidi.
Rencana pelebaran jalan juga difokuskan pada titik rawan kemacetan, seperti di sekitar perlintasan sebidang Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda). Lokasi ini nantinya akan dilewati sekitar 15 unit bus Trans Jatim setiap harinya.
“Dari evaluasi rapat kemarin, titik tersebut butuh penataan ulang agar tidak menghambat arus lalu lintas. Perlu dibuat lebih lancar untuk dilalui kendaraan,” tuturnya.
Selain itu, ruas jalan dari pertigaan Plembon menuju utara, tepatnya di sekitar SMP Negeri 1 Sukodadi, juga masuk daftar prioritas meski saat ini baru sebatas pemeliharaan ringan. Kondisi jalan dinilai masih cukup memadai untuk digunakan.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
Sementara itu, untuk jalur provinsi dan nasional seperti Jalan Daendels, Heruwidi menyatakan tidak ada hambatan signifikan. Fokus pembangunan tetap tertuju pada jalan kabupaten yang menopang jalur utama layanan Trans Jatim di wilayah Lamongan.
“Intinya, kami utamakan infrastruktur kabupaten yang bersinggungan langsung dengan operasional Trans Jatim,” pungkasnya.












