Example floating
Example floating
BLITAR

Pemkab Blitar Didesak Umumkan Hasil “Minta-Minta” Sponsorship Puncak Hari Jadi ke-701

Prawoto Sadewo
×

Pemkab Blitar Didesak Umumkan Hasil “Minta-Minta” Sponsorship Puncak Hari Jadi ke-701

Sebarkan artikel ini

Blitar, memo.co.id

Polemik adanya dugaan gratifikasi (suap) dalam pembiayaan perayaan puncak Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-701 terus bergulir.

Baca Juga: Bos Wisata Kampung Coklat Beri THR kepada 7.000 Peserta Pengajian

Koordinator Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Moh Trijanto meminta Pemkab Blitar mengumumkan besarnya donasi yang telah diterima.

Sebab pagelaran pesta hari jadi Kabupaten Blitar diketahui sepenuhnya dibiayai oleh sumbangan atau donasi atau sponsor dari para pengusaha.

Baca Juga: Cegah Kasus Keracunan, Nurhadi Dukung Evaluasi dan Klasifikasi Dapur SPPG

Pengumuman di depan publik menunjukkan transparansinya pemerintahan Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah.

Juga sekaligus menepis spekulasi tudingan dugaan praktik gratifikasi.

Baca Juga: SPPG Ringinanyar Mulai Jalan Dulu, Ahli Gizi dan SLHS Menyusul: Pengawasan Ke Mana?

“Ya harus diumumkan ke publik dong! (Besarnya donasi),” tegas Trijanto, Minggu (24/8/2025).

Donasi Berbalas budi proyek?

Pesta perayaan puncak hari jadi Kabupaten Blitar ke-701 sekaligus HUT Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung 2 hari (22-23 Agustus 2025).

Panitia menghadirkan penyanyi ibukota Charley Van Houten dan beragam hiburan lain, termasuk mubaligh kondang Gus Iqdam.

Semua pembiayaan perayaan puncak Hari Jadi ke-701 diungkapkan Bupati Blitar Rijanto tidak memakai dana APBD.

Biaya pesta sepenuhnya datang dari sumbangan para pengusaha. Bupati Rijanto mengistilahkannya dengan gotong royong.

Informasi yang dihimpun, donasi terbesar disinyalir dari PT Greenfield, PT RMI dan perbankan. Kemudian ditambah dari sejumlah pengusaha lokal.

Mengalirnya donasi kabarnya didahului dengan proposal yang diajukan oleh Ketua Panitia Perayaan Puncak Hari Jadi Kabupaten Blitar.

Menurut Moh Trijanto, yang terjadi di Kabupaten Blitar itu tidak lazim. Juga lucu. Perayaan hari jadi pemerintahan sepenuhnya dibiayai oleh pengusaha.

Seolah pesta perayaan hari jadi dipersembahkan untuk para pengusaha. Pemerintah seperti EO yang menjalankan duit perusahaan.

“Ini sebenarnya pesta rakyat atau pesta sponsor? Kok lucu,” katanya.