MEMO, Bangkalan: Pemerintah Kabupaten Bangkalan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, telah mempersiapkan diri secara menyeluruh menghadapi ancaman musim kemarau yang disebabkan oleh fenomena El Nino.
Dalam upaya mencegah dampak buruk kekeringan, BPBD telah melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta masing-masing Kecamatan.
Upaya Antisipasi Kekeringan: BPBD Bagikan Tenda dan Keran Air ke Desa Terdampak
Pemerintah kabupaten Bangkalan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sedang mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang kemungkinan akan disebabkan oleh fenomena El Nino atau kemarau panjang.
Mereka akan segera melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan juga Kecamatan di wilayah tersebut.
Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bangkalan Menghadapi Kemarau Panjang
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bangkalan, Geger Heri Susianto, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melibatkan OPD terkait dan kecamatan untuk mengantisipasi daerah-daerah yang berpotensi terkena dampak kekeringan.
Sebelumnya, sudah ada pemetaan yang dilakukan dan teridentifikasi sebanyak 61 desa yang berpotensi terdampak.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Hal ini dilakukan agar jika ada masyarakat desa yang terkena dampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih, dapat segera ditangani. Namun, saat ini situasinya masih aman. Hal ini diungkapkan oleh Heri pada hari Rabu, 5 Juli 2023.
Heri juga menambahkan bahwa berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2023 berpotensi mengalami fenomena El Nino dan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Oktober dan November 2023.
“Dalam menghadapi kemarau panjang ini, kami sudah mengantisipasi dengan mendistribusikan tenda dan keran air ke sejumlah desa yang setiap tahunnya rentan mengalami kekeringan. Selain itu, kami juga menyiapkan mobil tangki untuk menyediakan pasokan air bersih,” ujar Heri.
Dalam menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober dan November 2023, BPBD Kabupaten Bangkalan telah mengambil langkah antisipatif.
Mereka telah memetakan 61 desa yang berpotensi terdampak kekeringan dan akan segera merencanakan distribusi tenda dan keran air ke desa-desa tersebut.
Selain itu, BPBD juga telah menyiapkan mobil tangki untuk memastikan pasokan air bersih tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan upaya ini, diharapkan dampak dari kemarau panjang dapat diminimalisir, dan masyarakat yang terdampak kekeringan dapat segera ditangani dengan baik.












