NGANJUK, MEMO – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP) di Desa Sonoageng Kecamatan Prambon menuai protes keras dari warga.
Tidak kurang dari puluhan warga setempat pada pagi hari ini ( Rabu,7/01/2026) sekitar pukul 08.00 WIB melakukan aksi protes di lapangan sepakbola Sonoageng tempat dibangunnya KDMP yang baru dikerjakan beberapa hari terakhir ini.
Baca Juga: Kakanwil Kemenag Jatim Apresiasi Anugrah Nganjuk Madrasah Awards 2025

Dalam aksi protes tersebut yang dimotori oleh Suhadi sepakat menuntut agar pihak desa segera menghentikan proses pembangunan KDMP yang dianggap salah lokasi.
” Apa tidak ada tempat lain. Jika masih ngotot ditempatkan di lapangan sepakbola , warga akan beraksi lebih besar. Ini sarana olahraga tidak layak didirikan bangunan. Prosedur alih fungsinya pun juga tidak jelas,” ujar Suhadi.

Dari kemarahan puluhan warga tersebut sempat diwarnai aksi pencabutan patok kayu yang sudah ditancapkan sebagai garis batas bangunan. Namun aksi itu bisa dilerai oleh salah satu warga dianggap bisa berakibat hukum.
10 menit kelompok pemuda tokoh masyarakat bersama barisan emak emak tumplek blek berorasi seperti layaknya unjuk rasa dengan melempar kata kata pedas ditujukan kepada pemerintahan desa.

” Kepala desa jelas tidak pro rakyat,” teriak para warga sambil mengepalkan tangan tanda tekad bulat bersama menolak pembangunan KDMP di lapangan sepakbola tidak bisa ditawar tawar alias harga mati.
Dirasa orasinya tidak ada yang mendengar karena tak satupun pihak pemdes tidak ada dilokasi pembangunan KDMP, akhirnya puluhan massa geser gruduk ke kantor desa Sonoageng mencari keberadaan Kades Sonoageng ,Suharto yang sebelumnya sulit dihubungi.

Ternyata benar, setibanya di balai desa puluhan warga tidak langsung bisa bertemu dengan kepala desa. Sempat menunggu beberapa menit di teras balai desa.
.
Dan akhirnya di menit ke 20 tepatnya pukul 09.20 WIB , Suharto menampakkan diri datang ke kantor desa menemui warga untuk selanjutnya diajak musyawarah bersama membahas polemik KDMP.












