Example floating
Example floating
Home

Partai PKB Keluar dari Koalisi KIM! Siap Menantang Status Quo?

Alfi Fida
×

Partai PKB Keluar dari Koalisi KIM! Siap Menantang Status Quo?

Sebarkan artikel ini
Partai PKB Keluar dari Koalisi KIM! Siap Menantang Status Quo?
Partai PKB Keluar dari Koalisi KIM! Siap Menantang Status Quo?

MEMO

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi memutuskan langkahnya dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) setelah menerima tawaran dari Partai NasDem untuk berkoalisi dalam Pemilihan Presiden 2024. Langkah ini mengakhiri kerja sama politik antara PKB dan Gerindra serta perubahan nama koalisi menjadi Koalisi Indonesia Maju yang digagas oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Simak kesimpulan artikel berikut untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan politik ini.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

PKB Resmi Tinggalkan Koalisi Indonesia Maju dan Ambil Langkah Berani

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa kerja sama politik antara partainya dengan PKB secara otomatis berakhir setelah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menerima tawaran dari NasDem untuk berkoalisi.

Koalisi antara PKB dan NasDem ini mencalonkan Anies Baswedan dan Cak Imin sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2014.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Dalam sebuah konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (1/9), Dasco mengungkapkan, “Dengan dinamika yang terjadi serta keputusan yang telah diambil oleh PKB yaitu menerima kerja sama politik dengan Partai NasDem, sehingga otomatis menyebabkan kerja sama politik Gerindra dan PKB berakhir atau koalisi KKIR menjadi bubar dengan sendirinya.”

Namun, Dasco menegaskan bahwa Gerindra akan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan PKB, meskipun kini berada dalam poros koalisi yang berbeda. Dia menyatakan, “Pada prinsipnya kami menghormati, mengucapkan selamat berjuang, serta mengajak untuk bersama-sama menjaga iklim pemilu yang akan datang dengan sejuk dan damai agar Pemilu 2024 berlangsung aman dan lancar.”

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Sementara itu, Dasco juga mencatat bahwa perubahan nama dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang diusulkan oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, bukanlah tindakan untuk mengeluarkan PKB dari koalisi.

Menurutnya, penamaan KIM terjadi secara spontan saat perayaan Hari Ulang Tahun PAN pada 29 Agustus lalu. Saat itu, Prabowo melihat semua partai koalisi sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju yang memiliki tujuan yang sama, yaitu melanjutkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Persiapan PKB untuk Pemilu 2024: Anies Baswedan dan Cak Imin

Dasco menegaskan, “Pemberian nama KIM bukan berarti membubarkan kerjasama politik antara Gerindra dan PKB serta menghilangkan hak PKB, karena sejatinya perubahan nama itu bertujuan untuk menyatukan empat partai yang berkoalisi.”

Sekretaris Jenderal PKB, Hasanuddin Wahid, juga mengungkapkan bahwa partainya telah resmi keluar dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang digagas oleh Prabowo. Hasanuddin mengatakan, “Ketua Umum kami sudah diberitahu bahwa nama koalisinya sudah bukan KKIR lagi. Otomatis dengan sendirinya ya, kami keluar.”

PKB telah menerima tawaran dari NasDem untuk mengusung Anies Baswedan dan Cak Imin sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2024. Keputusan ini diumumkan setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB menggelar rapat pleno gabungan bersama Dewan Syuro dan Tanfidziyah, serta Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia, di Kantor DPW PKB Jatim, Surabaya, pada Jumat (1/9) sore.

Sebelumnya, PKB telah bersama-sama dengan Partai Golkar, PAN, PBB, dan Gerindra dalam sebuah koalisi yang merupakan hasil penggabungan dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP, serta Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang melibatkan Gerindra dan PKB. PPP tidak ikut dalam penggabungan ini.

Dengan menerima tawaran dari NasDem, PKB sekarang secara resmi keluar dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan disebut-sebut akan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden bersama dengan ketua mereka, Cak Imin.

PKB Resmi Keluar dari Koalisi KIM dan Bersiap Menduetkan Anies Baswedan dengan Cak Imin

Keputusan tegas PKB untuk menerima tawaran NasDem menjadi salah satu sorotan dalam dinamika politik Indonesia. Partai ini kini bersiap menduetkan Anies Baswedan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam Pilpres 2024.

Meskipun PKB telah keluar dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), langkah ini mengisyaratkan adanya pergeseran kuat dalam peta politik Indonesia menjelang Pemilihan Presiden berikutnya. Bagaimana dinamika politik selanjutnya akan berlangsung, hanya waktu yang akan menjawabnya.

Tetapi satu hal yang pasti, perjalanan menuju Pemilu 2024 telah memasuki babak yang semakin menarik dan penuh tantangan.