Ardy kemudian menjelaskan bahwa, selain karena pengunduran diri Nono Sampono, para pengurus daerah menilai bahwa hanya OSO yang memiliki kemampuan untuk membawa KKI kembali meraih kejayaannya. Ardy juga menegaskan bahwa terpilihnya OSO sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, tugas yang saudara-saudara berikan kepada saya, saya terima untuk sementara waktu. Sampai nanti kita menemukan sosok yang tepat untuk memimpin KKI secara definitif,” kata OSO.
OSO kemudian berencana untuk menyusun kepengurusan yang solid, termasuk Dewan Pembina, Dewan Guru, dan Majelis Sabuk Hitam KKI. “Akan saya susun sesuai dengan hati nurani saya, dan juga sesuai dengan masukan dari kalian semua,” ujarnya.
Mantan Ketua DPD RI ini berharap hasil dari KLB ini dapat menjadi momentum yang baik untuk kebangkitan KKI. Ia ingin agar para pengurus KKI di daerah aktif dalam menjaring calon-calon atlet berprestasi sejak usia dini.
Baca Juga: Indonesia Pecahkan Rekor! Peringkat FIFA Tembus 123, Terbaik dalam 15 Tahun
“Saya harapkan para pengurus daerah membuat dojo-dojo kecil di daerahnya masing-masing. Walaupun sampai detik ini, dojo KKI masih menjadi yang terbesar,” ucapnya.
“Jaring anak-anak yang masih kecil, kalau perlu yang berumur 8 tahun. Orang tuanya pasti akan mengantar, ajak orang tuanya juga untuk menjadi pengurus,” kata OSO, yang langsung disambut jawaban siap secara serempak oleh para pengurus daerah.
Baca Juga: Ferrari Alami Mimpi Buruk di GP Tiongkok, Mampukah Bangkit di Jepang












