Dunia internasional diguncang oleh kabar operasi militer kilat yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Ibu Kota Venezuela, Karakas. Dalam operasi bergaya smash and grab (serbu dan tangkap) tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya dilaporkan berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu untuk diadili di Amerika Serikat.
Detik-Detik Penyerangan di Karakas
Operasi dimulai sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat. Serangan diawali dengan ledakan hebat di beberapa titik strategis di Karakas yang menyebabkan sebagian wilayah kota gelap gulita. Beberapa target utama yang dihantam meliputi:
Baca Juga: Protes Memanas di Timor Leste, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Pembelian Mobil Mewah Anggota DPR
- Pangkalan Udara La Carlota dan Pangkalan Militer Ferte Tiuna.
Gedung Parlemen Venezuela dan Istana Kepresidenan.
Bandara Maukueta serta pangkalan jet tempur F-16.
Meskipun Venezuela memiliki sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia, serangan ini dilaporkan berhasil melumpuhkan pertahanan tersebut dengan cepat atau memanfaatkan kelengahan pihak lawan.
Keterlibatan Pasukan Elit Delta Force
Laporan menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump memberikan lampu hijau untuk operasi ini setelah proses pengintaian oleh CIA. Karena Maduro sering berpindah lokasi untuk menghindari kejaran, intelijen harus bekerja ekstra untuk menemukan posisi pastinya.
Baca Juga: Haiti di Ambang Runtuh: Mayat-mayat Bergelimpangan, Lebih dari 50 Tewas Akibat Gengster
Setelah lokasi terdeteksi di sebuah gedung non-istana, pasukan elit Delta Force—unit yang sama yang melumpuhkan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi—diterjunkan. Pasukan ini dilaporkan menyerbu masuk dan membawa Maduro serta istrinya langsung dari tempat tidur mereka. Operasi ini dikabarkan dipantau langsung secara live oleh Presiden Trump.
Motif di Balik Penangkapan
Pihak Washington, melalui pernyataan Wakil Presiden JD Vance, mengindikasikan bahwa misi ini memiliki dua tujuan utama:
Baca Juga: Presiden Nepal Mundur di Tengah Kekacauan, Penjara Dibobol Ribuan Tahanan Kabur
Menghentikan Perdagangan Narkoba: Maduro telah didakwa oleh pengadilan AS sejak tahun 2020 atas tuduhan narcoterrorism (terorisme narkoba).












