Example floating
Example floating
Internasional

Operasi “Smash and Grab”: Amerika Serikat Dilaporkan Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

A. Daroini
×

Operasi “Smash and Grab”: Amerika Serikat Dilaporkan Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Sebarkan artikel ini

Dunia internasional diguncang oleh kabar operasi militer kilat yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Ibu Kota Venezuela, Karakas. Dalam operasi bergaya smash and grab (serbu dan tangkap) tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya dilaporkan berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu untuk diadili di Amerika Serikat.

Detik-Detik Penyerangan di Karakas

Operasi dimulai sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat. Serangan diawali dengan ledakan hebat di beberapa titik strategis di Karakas yang menyebabkan sebagian wilayah kota gelap gulita. Beberapa target utama yang dihantam meliputi:

Baca Juga: Spektakuler Pecahkan Rekor MURI Khofifah Dan Utusan Khusus Raja Salman Ajak Ribuan Warga Bukber Sebagai Simbol Persaudaraan Dunia

  • Pangkalan Udara La Carlota dan Pangkalan Militer Ferte Tiuna.
    Gedung Parlemen Venezuela dan Istana Kepresidenan.
    Bandara Maukueta serta pangkalan jet tempur F-16.

Meskipun Venezuela memiliki sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia, serangan ini dilaporkan berhasil melumpuhkan pertahanan tersebut dengan cepat atau memanfaatkan kelengahan pihak lawan.

Keterlibatan Pasukan Elit Delta Force

Laporan menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump memberikan lampu hijau untuk operasi ini setelah proses pengintaian oleh CIA. Karena Maduro sering berpindah lokasi untuk menghindari kejaran, intelijen harus bekerja ekstra untuk menemukan posisi pastinya.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Setelah lokasi terdeteksi di sebuah gedung non-istana, pasukan elit Delta Force—unit yang sama yang melumpuhkan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi—diterjunkan. Pasukan ini dilaporkan menyerbu masuk dan membawa Maduro serta istrinya langsung dari tempat tidur mereka. Operasi ini dikabarkan dipantau langsung secara live oleh Presiden Trump.

Motif di Balik Penangkapan

Pihak Washington, melalui pernyataan Wakil Presiden JD Vance, mengindikasikan bahwa misi ini memiliki dua tujuan utama:

Baca Juga: Protes Memanas di Timor Leste, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Pembelian Mobil Mewah Anggota DPR

Menghentikan Perdagangan Narkoba: Maduro telah didakwa oleh pengadilan AS sejak tahun 2020 atas tuduhan narcoterrorism (terorisme narkoba).

Pengembalian Aset Minyak: Amerika Serikat menuntut pengembalian apa yang mereka sebut sebagai “minyak yang dicuri”.

Eskalasi Konflik yang Panjang

Penangkapan ini merupakan puncak dari ketegangan yang meningkat sejak tahun 2025. Sebelumnya, AS telah memperkuat kehadiran militernya di Karibia dengan kapal perang dan pesawat tempur. Upaya-upaya lain seperti menyuap pilot pribadi Maduro pada Oktober lalu sempat dilakukan namun gagal, hingga akhirnya diputuskan untuk melakukan serangan darat langsung.

Pejabat pemerintah Venezuela mengutuk keras serangan ilegal ini dan menyerukan aksi protes massa di jalanan. Sementara itu, dunia internasional kini menanti apakah penangkapan ini akan mengakhiri rezim Maduro atau justru memicu ketidakstabilan baru di kawasan Amerika Latin, bahkan potensi dampak geopolitik hingga ke Asia Timur.