Example floating
Example floating
Home

Ogoh-ogoh Ramah Lingkungan Ini Siap Mengguncang Bali

Avatar
×

Ogoh-ogoh Ramah Lingkungan Ini Siap Mengguncang Bali

Sebarkan artikel ini

MEMO – Suasana penuh semangat dan kreativitas tengah Bali menjelang Hari Raya Nyepi 2025. Masyarakat di berbagai banjar, termasuk Banjar Abian Kapas Kelod, sibuk merampungkan pembuatan Ogoh-ogoh, simbol Bhuta Kala yang akan diarak dalam pawai Tawur Kesanga. Saat ini, proses pembuatan Ogoh-ogoh di Banjar Abian Kapas Kelod telah mencapai sekitar 70 persen, sebuah pencapaian yang diacungilike.

Ogoh-ogoh, patung raksasa yang menggambarkan sosok jahat dalam kepercayaan Hindu Bali, merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi menyambut Hari Raya Nyepi. Pembuatan Ogoh-ogoh bukan sekedar seni, tetapi juga sarana untuk mengekspresikan kreativitas dan menjaga tradisi leluhur.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Ida Bagus Tri Premavada, S.Pd.H., M.Sos, Pembina Sekaa Truna Satya Dharma Laksana, mengungkapkan kepada RRI di Denpasar pada hari Minggu, 2 Maret 2025, bahwa proses pembuatan Ogoh-ogoh kali ini mengutamakan penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan, sesuai dengan imbauan pemerintah.

“Bahan utama yang kami gunakan adalah kertas bekas seperti LKS, koran bekas, serta anyaman bambu dan rotan. Kami berkomitmen untuk tidak menggunakan styrofoam demi menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap