Example floating
Example floating
Peristiwa

Obesitas sebagai Masalah Global: Dampak dan Tantangan di Indonesia

Avatar
×

Obesitas sebagai Masalah Global: Dampak dan Tantangan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Obesitas sebagai Masalah Global Dampak dan Tantangan di Indonesia

MEMO, Jakarta: Obesitas telah menjadi masalah global yang meresahkan, dan Indonesia tidak luput dari dampaknya.

Menurut Kementerian Kesehatan, obesitas mengancam dua miliar penduduk dunia, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada perempuan.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Bahkan, Indonesia telah menyumbang persentase yang signifikan dalam kasus obesitas global.

Artikel ini akan mengupas lebih lanjut tentang dampak obesitas, langkah-langkah yang diambil oleh Kemenkes untuk mengatasinya, serta betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi masalah ini.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Fakta Obesitas Global: Perempuan Lebih Rentan, Negara Berkembang Terdampak

Menurut Kementerian Kesehatan, obesitas adalah masalah global yang berdampak negatif pada dua miliar orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Eva Susanti, mengungkapkan bahwa prevalensi obesitas di dunia lebih tinggi pada perempuan daripada laki-laki. Selain itu, jumlah orang dengan obesitas terbesar terdapat di negara-negara berkembang.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Menurut Eva, pada tahun 2030 diperkirakan satu dari lima perempuan dan satu dari tujuh laki-laki akan menderita obesitas. Jumlah ini setara dengan lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia.

Kemenkes melaporkan bahwa pada tahun 2018, Indonesia menyumbang 21,8 persen dari kasus obesitas di dunia, sebagai negara berkembang. Angka ini meningkat tajam dari 10,5 persen pada 10 tahun sebelumnya.

Kontribusi Obesitas terhadap Penyakit Mematikan: Analisis Persentase Kematian

Eva menjelaskan bahwa obesitas tidak hanya berdampak pada peningkatan penyakit tidak menular, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi akibat biaya perawatan penyakit yang berkaitan dengan obesitas, seperti diabetes melitus, penyakit jantung, kanker, hipertensi, serta penyakit metabolik dan nonmetabolik lainnya.

Menurutnya, obesitas menyebabkan sekitar 5,87 persen dari total kematian akibat penyakit kardiovaskular, serta 1,84 persen dari total kematian akibat diabetes dan penyakit ginjal.

Eva menyatakan bahwa edukasi kepada masyarakat sangat penting untuk menyadarkan mereka tentang dampak dan bahaya obesitas, serta pentingnya upaya pencegahan dan pengendaliannya.

Kemenkes melakukan upaya serius untuk mempertahankan laju prevalensi obesitas di Indonesia agar tetap sebesar 21,8 persen hingga akhir tahun 2024. Upaya ini difokuskan pada pencegahan faktor risiko dan penentu sosial yang berkaitan dengan kegemukan (overweight) dan obesitas.

Upaya tersebut melibatkan penerbitan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 yang mengharuskan pencantuman informasi mengenai kandungan gula, garam, dan lemak, serta pesan kesehatan pada makanan olahan dan siap saji.

Selain itu, Kemenkes juga mengadakan program penanggulangan obesitas di puskesmas dan klinik melalui Gerakan Lawan Obesitas (Gentas) serta pengembangan program penanggulangan obesitas di kalangan anak sekolah.

Eva mengungkapkan bahwa obesitas dapat dicegah, namun diperlukan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat sebagai faktor kunci. Kesehatan adalah tanggung jawab setiap individu yang didukung oleh kebijakan pemerintah.

Obesitas merupakan masalah serius yang terus meningkat di Indonesia dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Artikel ini mengungkapkan bahwa obesitas dapat menyebabkan penyakit tidak menular yang serius dan berkontribusi pada tingkat kematian yang signifikan.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan, termasuk melalui program-program edukasi dan regulasi terkait gula, garam, dan lemak pada makanan.

Namun, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan obesitas ini.

Dengan upaya bersama, diharapkan prevalensi obesitas di Indonesia dapat dikendalikan dan kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan.