
Kediri, Memo.co.id
Sugianto (26) warga Canggu Kecamatan Pare Kediri, ngamuk dengan membawa parang. Adiknya sendiri bernama Suratin (18) dan ibu kandungnya bernama Kaminem (62), dibacok hingga mengalami luka cukup parah di bagian lengan dan kepala. Keduanya dilarikan ke RS HVA PAre untuk dirawat secara intensif. Berhasil memperdayai adik dan ibu kandungnya, lelaki itu mwngancam tetangga kanan kiri dengan mengacung acungkan parang/ pedang.
Baca Juga: Ketua LPPM Unisma Mengaku Tak Tahu Teknis Ujian Perangkat Desa Kabupaten Kediri yang Berujung Gagal
Karuan saja, warga di sekitar rumah Sugianto menjadi ketakutan. Seluruh tetangganya keluar dan menghindar dari amukan lelaki itu. Sebagian lagi mencoba menenangkan Sugianto. Namun, gagal karena peria tersebut tetap bringas dan mengancam membunuh pada siapa saja yang medekatinya. Parang selalu diacung acungkan tangan kanannya. Sebagian warga melaporkan ke Polres Kediri di Pare.
Petugas yang datang dan berusaha menenangkan pelaku, gagal. Pasalnya, Sugyanto tetap garang dan mengancam pada siapa saja dengan membawa parang alias pedang. Petugas terpaksa menyemprotkan gas air mata. Sugianto tidak terpengaruh. Lelaki itu tetap mengacung acungkan senjata tajamnya. Sebagian warga yang berusaha mendekati pelaku Sugianto malah terkena sabetan parang. Beruntung saja, lukanya tidak separah luka sabetan adik kandung dan ibunya sendiri.
Baca Juga: Ikbal Sermaf Sebut Ada Aktor Intelektual Dibalik Kasus Suap Perangkat Desa Kediri
Kepala Desa Canggu Saptonoko kepada wartawan mengatakan, Sugianto memang memiliki sejarah penyakit jiwa. Dia pernah dirawat di RS Jiwa Lawang. Oleh dokter, sudah dnyatakan membaik sehingga bekerja di Pati Jawa Tengah. Namun, sejak beberapa bulan lalu, dia pulang ke rumahnya lagi di Canggu Pare. Sejak berada di Pare, terlihat kambuh sakit jiwanya.
Salah seorang warga bernama Abdul Razak ( 52), tetangganya, mengatakan bahwa Sugianto pernah membunuh ayah kandungnya sendiri, Siwatin (64) tahun lalu hingga meniggal dunia. Dia membunuh ayahnya sendiri dengan menggunakan parang juga dengan cara membacokkan ke bagian kepala ayahnya. Waktu itu, Sugianto diamankan warga tapi juga sempat mengadakan perlawanan, sehingga merepotkan warga juga.
NGamuknya Sugianto hingga menganiaya dan melukai ibu kandung dan adiknya sendiri itu, akhirnya berakhir setelah petugas tidak menemukan cara lain untuk melumpuhkan pelaku. Disemprot dengan gas air mata tidak apa apa. Diberi peringatan tembakan juga tidak punya rasa takut. Bahkan, aksinya semakin membahayakan warga sekitar. Petugas, akhirnya melumpuhkan Sugiyanto dengan menembak mati pria yang diketahui punya penyakit jiwa tersebut. ( ed )












