Example floating
Example floating
Peristiwa

Nasib Nelayan di Ujung Tanduk, Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok Hasil Laut Merosot Tajam

Avatar
×

Nasib Nelayan di Ujung Tanduk, Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok Hasil Laut Merosot Tajam

Sebarkan artikel ini

MEMO – Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait dampak perubahan iklim global yang semakin nyata. Menurutnya, fenomena ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan drastis hasil tangkapan ikan para nelayan di berbagai wilayah.

Lebih lanjut, Dani menjelaskan bahwa perubahan suhu air laut yang semakin menghangat dan berbagai bencana iklim yang kian sering terjadi turut memperburuk kondisi hasil tangkapan para nelayan tradisional. “Adanya pengaruh perubahan iklim secara signifikan telah mengakibatkan penurunan hasil tangkapan ikan yang dialami oleh para nelayan,” tegas Dani pada hari Selasa (8/4/2024).

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

Ia menyoroti bahwa peningkatan suhu air laut menjadi salah satu penyebab utama permasalahan ini. Tidak hanya itu, para nelayan juga harus bergulat dengan tantangan tambahan berupa banjir rob yang frekuensinya semakin meningkat dan sulit diprediksi.

Dampak dari kondisi lingkungan yang memprihatinkan ini secara langsung berimbas pada kondisi ekonomi para nelayan. “Situasi ini tak pelak menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan bagi para nelayan,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Baca Juga: Pasca Insiden Pengendara Sepeda Motor Tertemper KA Brantas di Perlintasan JPL 265 KM 172+762 Petak Jalan Kras–Ngadiluwih,PT KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Rambu Tanda Dahulukan Laju KA