“Bahkan miliarder dunia seperti Bill Gates dan Jack Ma berinvestasi di pertanian. Kalau mereka saja yang kaya sudah melihat potensi itu, kita sebagai anak bangsa seharusnya lebih bangga menjadi petani,” tegasnya.
Melalui AYO, Jatu tidak hanya berbicara. Bersama komunitasnya, ia berupaya membina generasi muda sejak dini, menanamkan kecintaan pada pertanian. AYO mengusung tiga pilar utama: edukasi, agro-sociopreneur, dan kolaborasi, yang bahkan merangkul kelompok disabilitas untuk ikut serta sebagai bagian dari pahlawan pangan.
Di akhir pemaparannya, Jatu mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemuda, untuk menerjemahkan semangat proklamasi ke dalam aksi nyata di bidang pertanian. Menurutnya, peran aktif generasi muda bisa menjadi wujud kemerdekaan bagi ketahanan dan kedaulatan pangan bangsa.
“Mari kita bersama-sama memuliakan pertanian demi Indonesia yang mandiri dan berdaulat,” pungkasnya, menyerukan sebuah revolusi pemuda untuk mengubah takdir bangsa.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berhasil Tangkap Pelaku Pencuri Baut Rel di Blitar, Humas : Ini Kejahatan Serius












