Menurut dia, kelembagaan petani yang kuat dan dinamis menjadi salah satu kunci kuatnya
pencapaian misi dan tujuan dalam menjawab tantangan.
Korporasi dirancang ke arah penguatan ide, penguatan langkah, penataan sistem, efisiensi
gerak hulu hilir, penataan on farm sampai dengan setelah panen dalam segala komponen dipikul
dan direncanakan bersama diaktualisasikan bersama dan dinikmati keberhasilannya secara
bersama-sama.
Berdasarkan data posko food estate terdapat 26 kelompok tani di 16 desa dan lima kecamatan
yang terlibat dalam food estate di Kabupaten Wonosobo. Hal ini menjadi modal utama berupa
SDM alam menggerakkan roda perekonomian.
“Harapan saya koperasi food estate Wonosobo lahir dan tumbuh menjadi embrio korporasi
besar dan menjadi cikal bakalnya pergerakan positif hortikultura di kawasan Jawa Tengah. Saya
sudah instruksikan ke pada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura untuk mendampingi
Wonosobo menuju ke keberhasilan pencapaian kegiatan food estate,” katanya.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Ia berharap kegiatan gelar karya food estate yang berupa bimtek, temu usaha, dan gelar produk
pertanian hasil food estate serta peresmian koperasi menjadi sebuah kegiatan yang terangkai
secara baik dan mengandung kemanfaatan bagi seluruh anggota kelompok












