Sayangnya, cara penularannya ke manusia belum diketahui dengan pasti.
Saat ini, dugaan penularan Virus Oz terjadi melalui gigitan kutu. Maxi juga menyoroti informasi dari NIID Tokyo.
Menurut informasi yang diperoleh dari NIID Tokyo, antibodi terhadap Virus Oz ditemukan pada monyet liar, babi hutan, dan juga rusa di wilayah Prefektur Chiba, Tokyo, Gifu, Mie, Wakayama, Yamaguchi, dan Oita.
“Selain itu, dua pemburu di Yamaguchi juga ditemukan positif memiliki antibodi terhadap Virus Oz. Secara geografis, Thogotovirus telah menyebar di berbagai wilayah di dunia,” ungkap Maxi.
Baca Juga: Rakor MKKS SMPN Se-Kabupaten Kediri, Kadis Fokuskan Peningkatan Mutu Pendidikan dan MKKS Yang Solid
Sebelumnya, Pemerintah Jepang mencatat kasus kematian pertama akibat infeksi Virus Oz. Korban adalah seorang wanita berusia 70 tahun dari Ibaraki Timur, Tokyo Utara, Jepang.
Dalam upaya untuk mengendalikan Virus Oz, Kemenkes RI melakukan mitigasi sedini mungkin dengan pendekatan edukasi sanitasi kepada peternak.
Langkah-langkah pencegahan yang ditekankan, seperti menggunakan pakaian tertutup, mengaplikasikan krim anti serangga, dan memperhatikan gejala demam yang tidak wajar, dapat membantu mencegah penularan virus ini.
Meskipun penularan langsung ke manusia masih belum dipahami sepenuhnya, upaya pencegahan yang dilakukan Kemenkes RI dapat mengurangi risiko penyebaran Virus Oz di Indonesia.
Dengan kesadaran akan praktik sanitasi yang baik, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam melindungi diri mereka dari ancaman Virus Oz.












