MEMO, jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengambil langkah proaktif dalam menangani Virus Oz di Indonesia.
Melalui upaya mitigasi yang difokuskan pada edukasi sanitasi, Kemenkes berupaya untuk mencegah penyebaran virus ini sejak dini.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, menekankan pentingnya kesadaran peternak terhadap sanitasi yang baik sebagai salah satu langkah utama dalam memerangi Virus Oz.
Upaya Mitigasi Virus Oz: Peternak Diberi Edukasi tentang Sanitasi yang Tepat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah melakukan langkah mitigasi sejak dini terhadap Virus Oz di Indonesia yang disebabkan oleh gigitan kutu Amblyomma Testudinarium. Mitigasi dilakukan melalui edukasi tentang praktik sanitasi yang baik.
Baca Juga: Rakor MKKS SMPN Se-Kabupaten Kediri, Kadis Fokuskan Peningkatan Mutu Pendidikan dan MKKS Yang Solid
“Dalam upaya mencegah penyebaran infeksi yang lebih luas, langkah mitigasi dapat dilakukan saat ini. Salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada para peternak mengenai praktik sanitasi yang baik di peternakan,” ungkap Maxi Rein Rondonuwu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, ketika diwawancarai oleh wartawan pada hari Senin (26/6/2023).
Maxi mengimbau para peternak untuk selalu menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh saat bekerja. Selain itu, peternak juga diingatkan untuk menggunakan krim anti serangga pada tubuh mereka.
“Peternak sebaiknya mengenakan pakaian dengan lengan dan celana panjang ketika pergi ke daerah yang ditumbuhi rumput atau semak-semak.
Selain itu, penggunaan lotion anti serangga juga dianjurkan,” kata Maxi.
Gejala dan Diagnosis Virus Oz: Gigitan Kutu Amblyomma Testudinarium Sebagai Penyebabnya
Maxi menjelaskan bahwa pasien yang terinfeksi Virus Oz akan mengalami demam yang tidak biasa. Penyakit demam ini disebabkan oleh gigitan kutu Amblyomma Testudinarium.
“Diagnosis Virus Oz dilakukan sebagai alternatif diagnosis pada kasus demam yang penyebabnya tidak diketahui.
Jika terdapat riwayat gigitan kutu, diagnosis dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium menggunakan metode ELISA,” jelas Maxi.
Perlu diketahui bahwa Virus Oz merupakan penyakit zoonosis yang dapat ditularkan melalui hewan, terutama hewan liar seperti monyet, rusa, dan tikus, kepada manusia.
Ketika Virus Thogotovirus menginfeksi tubuh manusia, dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis), demam, pneumonia, dan bahkan kematian.












