“Bagi masyarakat yang kecanduan judi online kalau memang butuh bantuan pemerintah, kita siapkan psikolog atau psikiater untuk menghilangkan kecanduan judi,” jelasnya.
Mas Dhito juga mengimbau seluruh penerima bansos untuk bijak menggunakan dana bantuan dan menjauhi praktik judi online. Program bansos ini, kata dia, bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan menjadi pijakan menuju kemandirian ekonomi.
Penyaluran Tetap Berlanjut dengan Aturan Ketat
Meskipun ada insiden pencoretan, penyaluran bansos di Kediri tetap berjalan. Bantuan telah diberikan kepada 48.793 penerima PKH dan 100.517 penerima BPNT. Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto, memastikan akan ada tambahan penerima, namun dengan aturan yang lebih ketat.
Ia mengimbau penerima bansos untuk tidak pernah memberikan kartu ATM atau data kependudukan (KTP dan KK) kepada orang lain guna menghindari penyalahgunaan dana. Hal ini menjadi langkah antisipasi agar bansos benar-benar sampai ke tangan yang berhak dan digunakan sesuai peruntukannya.
Baca Juga: Istri Jadi Caleg, Suami Diduga Gunakan Uang Suap Rp2 Miliar untuk Dana Kampanye












