“Kami terus berkomunikasi, berkoordinasi. Beberapa hari yang lalu digelar rapat bersama dengan Danareksa misalnya. Kami sendiri Kemenko Infrastruktur juga intensif mengundang Kementerian Perhubungan termasuk juga KAI dan tentunya Danareksa,” ungkapnya.
Fokus utama restrukturisasi ini adalah bagaimana utang KCIC Wush tidak boleh menghambat rencana besar pemerintah untuk mengembangkan konektivitas berikutnya, yaitu rute Jakarta-Surabaya.
“Masih terus dikembangkan sejumlah opsi,” tegasnya, sambil menambahkan bahwa belum ada keputusan final mengenai opsi-opsi terbaik dan berkelanjutan, termasuk bagaimana peran Danareksa dan kontribusi Kementerian Keuangan dapat dioptimalkan. Semua masih menunggu arahan dari Presiden.
Kabinet Merah Putih Semakin Solid di Tahun Kedua
Menutup evaluasinya, Menteri Koordinator menyampaikan rasa optimisnya terhadap soliditas Kabinet Merah Putih. Ia mengakui bahwa tahun pertama pemerintahan sangat dinamis, terutama bagi dirinya sebagai Menteri Koordinator yang baru.
“Satu tahun pertama memang sangat dinamis. Pertama kita semua, saya sendiri misalnya sebagai Kementerian Koordinator yang baru, kita menata sistem organisasi, aturan main dan juga agenda-agenda prioritas yang harus kita benar-benar kuasai sambil terus belanja masalah,” kenangnya.
Namun, dengan semakin seringnya koordinasi dan kolaborasi, termasuk turun langsung ke lapangan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta antar kementerian/lembaga, dirasa semakin erat.
“Rasanya kami lebih optimis untuk tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya. Segala bentuk koordinasi dan kolaborasi di lapangan bisa semakin baik ke depan,” tutupnya, memberikan kesan bahwa fondasi kerja tim sudah kuat dan siap menghadapi tantangan pembangunan berikutnya.












