MEMO, Kediri: Dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2024 yang akan datang, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Bakesbangpol Kabupaten Kediri telah mengambil langkah proaktif untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kaum milenial, generasi Z, dan generasi Alpha, dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme yang rentan muncul selama tahun politik saat ini.
Nuning Zahro, Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Kediri, menyampaikan bahwa melalui berbagai kegiatan sosialisasi, sarasehan, dan pendidikan nilai-nilai Pancasila, pihaknya berupaya mencegah dan menangkal gerakan radikal di masyarakat.
Dalam konteks disrupsi digital yang semakin merajalela, penting bagi masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoax yang dapat mengakibatkan perpecahan.
Sosialisasi dan Diskusi: Upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam Menghadapi Ancaman Radikalisme
Mendekati pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2024 yang akan datang, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Bakesbangpol Kabupaten Kediri mengajak semua elemen masyarakat, terutama kaum milenial, generasi Z, dan generasi Alpha, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya radikalisme pada tahun-tahun politik saat ini.
Mengapa Penguatan Wawasan Kebangsaan Penting di Tahun Politik Menuju Pemilu 2024
Nuning Zahro, S.STP, Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Kediri, saat diwawancarai oleh RRI di kantornya pada Rabu, 5 Juli 2023, menyatakan bahwa ancaman radikalisme pada tahun-tahun politik seperti sekarang ini memang rawan muncul.
“Nah, selama tahun 2023 ini, kita memiliki 24 kegiatan untuk memberikan sosialisasi dan diskusi kepada masyarakat, yang tidak hanya ditujukan kepada kaum milenial atau pemuda, tetapi juga kepada semua elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh dalam masyarakat itu sendiri,” ungkap Nuning di kantornya pada Rabu, (5/7/2023).
Dalam hal ini, pihaknya juga secara aktif terlibat dalam melakukan berbagai upaya preventif melalui sosialisasi dan diskusi yang dilakukan kepada semua elemen masyarakat dengan memberikan pendidikan tentang wawasan kebangsaan dan penanaman nilai-nilai Pancasila.
“Saat ini, kami juga sedang dalam proses pembuatan modul terkait pemahaman nilai-nilai Pancasila yang melibatkan kerjasama dengan Dinas Pendidikan, MGMP PKN tingkat SMP, dan beberapa anggota Dewan,” tambah Nuning.
Sementara itu, dalam momen tahun politik menjelang Pemilu 2024, Nuning juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk mencegah munculnya gerakan-gerakan radikal.
“Penguatan wawasan kebangsaan dan penanaman nilai-nilai Pancasila sangat penting dilakukan saat ini. Seperti yang kita ketahui, merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan memperkuat wawasan kebangsaan dan penanaman nilai-nilai Pancasila ini, diharapkan masyarakat akan selalu ingat bahwa Indonesia adalah negara yang beragam dengan berbagai suku, golongan, ras, dan agama. Oleh karena itu, sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki kewajiban saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” ujar Nuning.
Selain itu, Nuning juga mengingatkan agar pada era disrupsi digital seperti saat ini, masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita bohong, terutama yang berkaitan dengan radikalisme dan dapat menyebabkan perpecahan. (AK)
Dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2024, penting bagi masyarakat Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme yang dapat muncul selama tahun politik.
Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Bakesbangpol telah melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan nilai-nilai Pancasila untuk membangun wawasan kebangsaan yang kuat dan menangkal gerakan radikal di masyarakat.
Selain itu, dalam era disrupsi digital, masyarakat juga diingatkan untuk tidak terprovokasi oleh berita-berita hoax yang dapat memicu perpecahan.
Dengan memperkuat kesadaran akan persatuan dan menghormati satu sama lain, diharapkan Kabupaten Kediri dapat menjaga keamanan dan stabilitas dalam menjalani proses demokrasi yang sehat pada tahun politik mendatang.












