Example floating
Example floating
Home

Mengungkap Dinamika Kabinet Indonesia Maju, Pernyataan Faisal Basri dan Dampaknya Terhadap Menteri

Alfi Fida
×

Mengungkap Dinamika Kabinet Indonesia Maju, Pernyataan Faisal Basri dan Dampaknya Terhadap Menteri

Sebarkan artikel ini
Mengungkap Dinamika Kabinet Indonesia Maju, Pernyataan Faisal Basri dan Dampaknya Terhadap Menteri
Mengungkap Dinamika Kabinet Indonesia Maju, Pernyataan Faisal Basri dan Dampaknya Terhadap Menteri

MEMO

Ekonom Senior INDEF, Faisal Basri, secara terbuka membahas rencana mundur sejumlah menteri teknokrat dari Kabinet Indonesia Maju. Dalam wawancaranya, Faisal mengungkapkan alasan di balik keputusan para menteri, yang terutama terkait dengan standar nilai etika dan intervensi politik dalam pelaksanaan tugas mereka.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Bagaimana dinamika ini dapat mempengaruhi kestabilan Kabinet? Simak paparan lengkapnya dalam ulasan di bawah.

Menteri Indonesia Mundur, Faisal Basri Berbicara

Ekonom senior INDEF, Faisal Basri, secara terbuka membahas pernyataannya mengenai sejumlah menteri yang berencana mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Faisal menyoroti rencana mundur dari jabatan menteri keuangan oleh Sri Mulyani Indrawati, serta Basuki Hadimuljono sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Menurut Faisal, menteri yang akan mengundurkan diri selanjutnya adalah mereka yang merupakan teknokrat dan bukan berasal dari partai politik.

Faisal menegaskan bahwa menteri yang termasuk dalam kategori teknokrat cenderung memiliki integritas etika dan moral yang tinggi, baik dalam ranah ekonomi seperti Sri Mulyani maupun non-ekonomi seperti Basuki.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Menurutnya, teknokrat memiliki standar nilai etika yang tidak tertulis, di mana mereka akan menolak melanggar aturan, bahkan jika diminta oleh atasan mereka. Faisal mencontohkan bahwa teknokrat bisa menyatakan mundur jika diminta melakukan sesuatu yang melanggar standar etika dan keilmuan.

Standar nilai yang menjadi masalah bagi para menteri yang ingin mengundurkan diri adalah adanya intervensi yang terlalu banyak dalam tugas dan fungsi mereka, terutama yang berkaitan dengan kepentingan politik dan penggunaan anggaran negara.