Example floating
Example floating
Tekno Digi

Mengguncang Cianjur! Penelitian BRIN Terungkapnya Rahasia Gempa Mematikan!

Alfi Fida
×

Mengguncang Cianjur! Penelitian BRIN Terungkapnya Rahasia Gempa Mematikan!

Sebarkan artikel ini
Mengguncang Cianjur! Penelitian BRIN Terungkapnya Rahasia Gempa Mematikan!
Mengguncang Cianjur! Penelitian BRIN Terungkapnya Rahasia Gempa Mematikan!

MEMO

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengungkapkan hasil penelitian terbaru mengenai jalur sesar yang memicu gempa Magnitudo (M) 5,6 di Cianjur, Jawa Barat. Dalam penelitiannya, BRIN menggunakan dua perangkat deteksi canggih, yaitu Geolistrik Multichanel Resistivity dan Ground Penetrating Radar, untuk memetakan pola pelapisan di bawah permukaan tanah.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Hasil penelitian ini memberikan wawasan lebih jelas tentang jalur patahan tersebut, namun masih perlu adanya penelitian lanjutan untuk memastikan jalur pasti dari Sesar Cugenang. Penelitian ini penting untuk memahami potensi bahaya gempa di wilayah Cianjur, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi risiko bencana di masa depan.

Hasil Penelitian BRIN: Jalur Sesar Penyebab Gempa Magnitudo 5,6 di Cianjur

Hasil penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa gempa Magnitudo (M) 5,6 di Cianjur, Jawa Barat, dipicu oleh jalur sesar atau patahan yang berada hingga kedalaman 50 kilometer dari permukaan tanah.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Tim peneliti dipimpin oleh Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, yang menjelaskan bahwa pemetaan jalur sesar dilakukan dengan menggunakan dua perangkat deteksi, yaitu Geolistrik Multichanel Resistivity dan Ground Penetrating Radar.

“Toh, deteksi kita maksimum hanya mencapai 50 meter. Namun, gambaran jalur sesar tidak merata, di tengah-tengahnya kedalaman bisa mencapai 50 meter, namun ke kiri dan kanan, jalur tersebut akan mengerucut atau semakin dangkal,” ujar Adrin Tohari saat berada di Cianjur, Jawa Barat, pada hari Kamis (27/7).

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Potensi Bahaya Gempa di Cianjur dan Peran Penelitian untuk Mitigasi Risiko Bencana

Melalui kedua perangkat tersebut, tim peneliti dapat mengetahui pola pelapisan di bawah permukaan tanah, sehingga jalur patahan dapat terpetakan dengan jelas.

Lebih lanjut, Adrin menjelaskan bahwa pada hari ketiga penelitian, belum ditemukan jalur pasti dari Sesar Cugenang tersebut. Untuk memastikan jalur sesar, beberapa faktor harus dipertimbangkan, seperti data parameter sesar aktif, seperti panjang, koordinat, jalur, kemiringan, dan kedalaman sesar.

“Kita harus memperoleh informasi persis mengenai posisi patahan, kedalamannya, panjangnya, serta daerah mana yang berada di jalur yang harus diwaspadai karena akan dilalui oleh patahan tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah menyebutkan bahwa gempa yang merusak ratusan bangunan dan menelan korban jiwa di Cianjur berasal dari Sesar Cugenang. BMKG menjelaskan bahwa area sesar tersebut mencakup sekitar 9 kilometer persegi dan telah menyebabkan sembilan desa di sekitarnya dinyatakan sebagai zona berbahaya yang tidak disarankan untuk dihuni karena rawan gempa.

Penelitian BRIN Mengungkapkan Jalur Sesar di Cianjur dan Potensi Bahaya Gempa

Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya gempa di Cianjur, kolaborasi antara lembaga penelitian seperti BRIN dan BMKG sangatlah penting. Dengan memanfaatkan teknologi dan penelitian ilmiah, harapan untuk mengurangi dampak bencana gempa di masa depan dapat menjadi kenyataan.

Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dan penelitian lebih lanjut akan menjadi landasan bagi langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif. Dengan demikian, informasi mengenai jalur sesar dan potensi bahaya gempa di Cianjur dapat digunakan sebagai acuan bagi pengambilan kebijakan dan tindakan preventif guna melindungi masyarakat serta meminimalkan kerugian akibat bencana gempa.