Melihat situasi yang tidak merata ini, Bahlil merasa perlu untuk menyampaikan permasalahan ini kepada Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi. Setelah mendengar penjelasan Bahlil, akhirnya Presiden Jokowi memberikan persetujuannya untuk meningkatkan akses kredit yang lebih besar kepada UMKM. Bahlil kemudian melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan alasannya.
“Saya melakukan pengecekan dan ternyata alasannya adalah karena Bapak Presiden sendiri pernah mengalami menjadi pengusaha UMKM,” paparnya. Sebagai hasilnya, Presiden memberikan arahan agar sejumlah 30% dari total kredit perbankan harus dialokasikan kepada UMKM. Angka ini menghasilkan dana sebesar 400 triliun rupiah yang akan disalurkan dalam tahun ini.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Mendorong Pertumbuhan UMKM Melalui Kredit: Upaya Penting dalam Ekonomi Indonesia
Dari pemaparan yang telah disampaikan, terang benderang terlihat pentingnya peran UMKM dalam ekonomi Indonesia. Meskipun berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, UMKM masih menghadapi tantangan signifikan dalam mendapatkan kredit yang sangat diperlukan untuk berkembang.
Ketidakadilan dalam penyaluran kredit menjadi isu utama yang harus diatasi secara tegas. Langkah-langkah seperti arahan Presiden Jokowi untuk alokasi kredit yang lebih besar kepada UMKM adalah langkah positif yang berpotensi mendorong kesejahteraan mereka serta pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Dengan demikian, peningkatan akses kredit yang adil dan mudah bagi UMKM bukan hanya merupakan kebijakan semata, tetapi juga investasi penting dalam masa depan perekonomian Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.












