Example floating
Example floating
Life StyleSehat Bugar

Mengejutkan! 5,6% Siswa Jakarta Bawa Gen Thalasemia

Alfi Fida
×

Mengejutkan! 5,6% Siswa Jakarta Bawa Gen Thalasemia

Sebarkan artikel ini
Mengejutkan! 5,6% Siswa Jakarta Bawa Gen Thalasemia
Mengejutkan! 5,6% Siswa Jakarta Bawa Gen Thalasemia

MEMO

Pemeriksaan thalasemia pada siswa di Jakarta mengungkap fakta alarm: 5,6% dari mereka membawa gen penyakit ini. Dalam sebuah briefing daring, Kementerian Kesehatan memperingatkan akan konsekuensi serius jika pembawa gen thalasemia menikah satu sama lain. Artikel ini menguraikan urgensi deteksi dini thalasemia dan upaya pencegahan yang diperlukan.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Kementerian Kesehatan Peringatkan Bahaya Jika Pembawa Gen Thalasemia Berpasangan

Kementerian Kesehatan telah melakukan pemeriksaan terhadap thalasemia pada siswa-siswa di 21 sekolah di Jakarta. Hasilnya, sekitar 5,6% anak di sekolah-sekolah tersebut membawa gen thalasemia.

Eva Susanti, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menyampaikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan secara acak menunjukkan bahwa pembawa gen thalasemia cukup banyak di Indonesia.

Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum

“Pada tahun 2023, kami telah menguji penerapan pemeriksaan pembawa sifat pada siswa di 21 sekolah di DKI Jakarta. Hasilnya, sekitar 5,6% siswa yang diperiksa membawa gen thalasemia,” ujar Eva dalam sesi informasi media Kemenkes secara online, pada Selasa (7/5).

Angka ini memang cukup mengkhawatirkan. Jika pembawa sifat thalasemia ini menikah dengan pembawa sifat thalasemia lainnya di masa depan, anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut dapat mengalami thalasemia mayor yang memerlukan perawatan sepanjang hidup.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Memanfaatkan Air Kelapa untuk Rambut Sehat!

Fakta ini didukung oleh tingginya jumlah kasus thalasemia di Indonesia. Menurut data Kemenkes pada tahun 2023, jumlah pasien thalasemia yang terdaftar mencapai sekitar 11 ribu.

“Namun kemungkinan besar jumlah sebenarnya lebih tinggi, karena banyak pasien yang tidak menyadari dan mengabaikan pemeriksaan serta perawatan,” jelasnya.

Menurut Eva, pemerintah saat ini menghadapi beban yang signifikan terkait kesadaran akan pentingnya mencegah kelahiran anak dengan thalasemia. Penting untuk memutuskan siklus thalasemia dengan melakukan pemeriksaan dan menghindari perkawinan antara pembawa gen thalasemia.

“Mencegah perkawinan antara pembawa thalasemia adalah langkah penting. Deteksi dini sangat penting untuk menghindari pernikahan yang dapat menghasilkan anak dengan thalasemia,” tambahnya.

Menangkal Thalasemia: Pentingnya Deteksi Dini dan Kesadaran Masyarakat

Thalasemia merupakan masalah serius di Indonesia, terbukti dari pemeriksaan yang dilakukan pada siswa-siswa di Jakarta. Dengan 5,6% dari mereka membawa gen thalasemia, peringatan Kementerian Kesehatan menjadi sangat relevan. Bahkan, data resmi mungkin hanya sebagian kecil dari jumlah sebenarnya, mengingat banyaknya individu yang tidak menyadari kondisi mereka.

Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci dalam mengatasi thalasemia, bersama dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan. Dengan mencegah perkawinan antara pembawa gen thalasemia, kita dapat memutus mata rantai penyakit ini dan mencegah kelahiran anak-anak yang menderita thalasemia. Upaya kolaboratif dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting untuk menangkal thalasemia dan meningkatkan kesehatan generasi mendatang.