MEMO, Surabaya: Cendekiawan Islam terkemuka asal Irak, Syekh Afeefuddin Al Jaelani, telah mengirimkan doa dan harapan untuk keselamatan bangsa Indonesia, terutama di wilayah Jawa Timur.
Dalam acara silaturahim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, beliau mendoakan agar bangsa Indonesia terhindar dari bencana yang disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem dan dinamika atmosfer global.
Salah satu peristiwa alam yang menjadi sorotan adalah banjir lahar dingin dan longsor dari Gunung Semeru di Lumajang, yang telah merenggut nyawa beberapa orang dan mengungsi ribuan warga.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga berkomitmen untuk melakukan upaya pemulihan yang cepat dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di sekitar Gunung Semeru.
Doa Cendekiawan Islam Asal Irak untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia dan Jawa Timur
Seorang cendekiawan Islam asal Irak, Syekh Afeefuddin Al Jaelani, mengirimkan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia, terutama Jawa Timur, dalam acara silaturahim di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Salah satu doanya adalah agar bangsa Indonesia terhindar dari bencana di tengah kondisi cuaca ekstrem, yang disebabkan oleh perubahan atmosfer dari skala lokal, regional, hingga global. Doa ini dimaksudkan untuk menghindari peluang hujan dengan intensitas tinggi pada awal musim kemarau di bulan Juli.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
“Dengan izin Allah, kami mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia, terutama di Jawa Timur, diberkahi dengan kesehatan yang sempurna dan dihadiahi berbagai kebaikan di dunia dan akhirat,” katanya kepada wartawan setelah kegiatan silaturahim pada malam Minggu, 9 Juli 2023.
Salah satu fenomena alam yang terjadi adalah banjir lahar dingin dan longsor dari Gunung Semeru di Lumajang, yang telah menelan tiga korban jiwa dan ratusan warga terdampak. Hingga saat ini, warga yang terkena dampak bencana tersebut terpaksa tinggal di tempat pengungsian.
Selain itu, Syekh Afeefuddin Al Jaelani, yang merupakan keturunan langsung ke-34 dari Nabi Muhammad, juga mendoakan agar bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan selama tahun politik Pemilihan Umum 2024.
“Kami berharap agar masyarakat Indonesia tetap bersatu dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Ya Allah, kabulkanlah doa kami ini dan berikanlah rahmat kepada Nabi Muhammad,” ucapnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak sejumlah kepala daerah dari kabupaten/kota, serta kiai dan nyai di wilayah provinsi tersebut, untuk bergabung dalam doa bersama yang dipimpin oleh Syekh Abdul Qadir Al Jaelani, cicit buyut dari tokoh sufi terkenal.
Banjir Lahar Dingin dan Longsor Gunung Semeru: Upaya Pemulihan Gubernur Jawa Timur
Terkait bencana banjir lahar dingin dan longsor dari Gunung Semeru di Lumajang, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa pihaknya masih berusaha mempercepat proses pemulihan, terutama dalam penanganan tiga jembatan yang rusak, salah satunya merupakan akses jalan utama antara Kabupaten Lumajang dan Malang.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi zona merah di sekitar Gunung Semeru yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Kami telah memiliki pengalaman dalam penanganan bencana di Lumajang. Sejak hari pertama terjadinya bencana, kami langsung mengirim tim dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Bina Marga, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Jawa Timur, Adhy Karyono. Pak Adhy Karyono berada di sana selama tiga hari sebelum akhirnya kembali ke Surabaya bersama saya,” ujar Gubernur Khofifah.
Syekh Afeefuddin Al Jaelani, sebagai keturunan langsung ke-34 dari Nabi Muhammad, berdoa agar bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan di tahun politik Pemilihan Umum 2024. Selain itu, beliau berharap agar masyarakat Indonesia tetap bersatu dan bahagia, serta mendapatkan berkah dan kesehatan yang sempurna.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan kepala daerah dan pihak terkait, sedang berupaya mempercepat pemulihan dan penanganan bencana, terutama terkait kerusakan infrastruktur akibat banjir lahar dingin dan longsor Gunung Semeru.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi zona merah yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).












