Faisal memaparkan, tingkat penduduk miskin pada Maret 2019 saja sudah di angka 9,41 persen, September 2019 sebesar 9,22 persen, Maret 2020 sebesar 9,78 persen, September 2020 sebesar 10,19 persen, dan Maret 2021 sebesar 10,14 persen. Artinya, angka kemiskinan sebelum pandemi saja masih di atas 9 persen dan saat pandemi terjadi angka kemiskinan terus mengalami kenaikan.
“Itu target penurunan sampai 1 persen,” imbuhnya.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Faisal melanjutkan, apalagi pemerintah memangkas anggaran perlindungan sosial dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022. Padahal, perlindungan sosial biasanya menjadi motor penggerak dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.












