Example floating
Example floating
Home

Menag: Pers Harus Jadi Cahaya Umat & Jaga Ketahanan Pangan! Ini Pesan Pentingnya

Avatar
×

Menag: Pers Harus Jadi Cahaya Umat & Jaga Ketahanan Pangan! Ini Pesan Pentingnya

Sebarkan artikel ini

MEMO – Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyampaikan harapannya agar pers Indonesia terus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat dan menjadi penerang bagi umat. Pernyataan ini disampaikannya dalam keterangan tertulis pada Minggu (9/2/2025).

Menag menekankan bahwa media memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial serta melestarikan alam demi ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

“Teruslah menjadi sumber pencerahan bagi umat dalam melestarikan lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Menag juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Pers Nasional serta mendoakan agar pers Indonesia semakin maju dan berkembang.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Dalam kesempatan yang sama, Menag mengapresiasi kerja sama erat antara insan pers dan Kementerian Agama. Menurutnya, media telah berperan penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan menjaga kerukunan umat di Indonesia.

Menag juga menyoroti tema HPN 2025, “Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa,” yang dianggapnya sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

“Saat ini, dunia sedang menghadapi krisis iklim yang berpotensi menyebabkan jutaan orang bermigrasi pada 2050 akibat perubahan lingkungan yang ekstrem,” ungkapnya.

Selain itu, bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan semakin memperparah ancaman kelangkaan pangan, bahkan dapat memicu konflik akibat perebutan sumber daya alam.

Menag menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan serta ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban seluruh umat beragama.

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari tugas keagamaan. Pers memiliki peran krusial dalam menginspirasi masyarakat melalui pemberitaan mengenai keberhasilan aksi iklim,” tambahnya.

Menurut Nasaruddin, kolaborasi antara pers, masyarakat, dan aparat sangat strategis dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menciptakan kemandirian bangsa, ketahanan pangan, serta keseimbangan ekosistem alam.

Terakhir, Menag mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari kewajiban beragama.

“Merawat alam bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua sebagai umat beragama,” tutupnya.

Pers memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran masyarakat, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengawal ketahanan pangan, maupun memperkuat kerukunan antarumat beragama. Oleh karena itu, peran media tidak boleh dianggap remeh dalam menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik.