Kasus ini berawal ketika Enjelita, yang akrab disapa Lita, menulis mengenai kegiatan upacara bendera di sekolahnya pada Senin, 23 Oktober 2017. Lita, yang juga anggota komunitas Jurnalis Warga (JW) Noken Jayawijaya, kemudian mengirimkan tulisannya ke RRI Wamena. Oleh RRI Wamena naskah itu disiarkan pada 25 Oktober 2017, di jalur Lintas Berita Pegunungan Tengah.
Namun, pada Jumat (27/10), seluruh murid SMP YPPK St. Thomas Wamena dikumpulkan di lapangan sekolah. Menurut Lita, Kepala Sekolah, Theresia Madaun, bertanya menggunakan pengeras suara.
“Ibu guru bilang siapa yang jurnalis noken di sini? Terus saya angkat tangan. Ibu guru suruh saya maju. Saya maju, terus ibu guru suruh saya berlutut setengah jam, dari jam 07.00 sampai 07.30. Ibu guru bilang, kalau kerja jangan sekolah,” tutur Lita.












