Sub Tema Kebudayaan
Vinanda berkomitmen dalam pelestarian seni budaya Kota Kediri melalui program Kediri City Tourism (D’CITO). Menurutnya, pemerintah harus menginventarisasi seluruh kebudayaan dan pengembangan kebudayaan.
“Kita bisa menghidupkan ekosistem kebudayaan melalui komunitas kebudaya. lalu memanfaatkan kebudayaan melalui even kebudayaan, dimana bukan hanya masyarakat kota kediri yang akan kengetahui, tetapi masyarakat di luar kediri juga akan tahu,” terang calon kepala daerah yang diusung oleh mayoritas partai politik tersebut.
Sub Tema Indonesia Emas
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung
Vinanda memaparkan tentang 7 SAPTA CITA dalam upaya mendukung pengentasan kemiskinan di Kota Kediri. Mereka bertekad untuk meningkatkan pertumbuhgan di Kota Kediri diatas 5 persen dan menurunkan tingkat kemiskinan yang kini tertinggi kedua antar kota di Jawa Timur.
Caranya dengan mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata sesuai dengan program MERATA. Mereka akan mengalokasikan RT RW per kelurahan dengan dana maksimal Rp5 miliar, salah satu tujuannya untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
“Kami juga memiliki program Produktif Kreatif dan Inovatif. Dimana salah satu tujuannyauntuk memberi pelatihan perluasan pasar dan bagi UMKM. Program Infrastruktur, ke depan Kota Kediri harus memiliki fasilitas yang dapat memberikan fasilitas pengembang ekonomi kreatrif yaitu, Kediri Kreative Network. Sebanyak 17 sub sektor ekonomi kreatif berkumpul dan berbagi pengalaman,” terang tokoh muda berusia 26 tahun tersebut.
Sub Tema Mewujudkan Good Governance
Menurut Vinanda dan Gus Qowim, banyak kisah tertaik dengan tata kelola pemerintahan Kota Kediri yang perlu dijadikan catatan untuk pemerintahan ke depan. Catatan yang memerlukan perbaikan tata kelola pemerintahan di bidang perencanaan, pembangunan dan pengadaan barang dan jasa.
“Ke depan hal tersebut tidak ada terjadi lagi, karena sesuai dengan program SAPTA CITA kami. Pemerintahan yang cepat, tepat, maka tidak ada lagi perencanaan dan pembangunan yang tidak tepat. Sehingga, komitmen dalam tata kelola pemerintahan yang baik adalah perencanaan yang tepat, cepat dan bertanggung jawab,” tegas Vinanda.
Vinanda dan Gus Qowim menjadi paslon dengan komposisi yang ideal memimpin Kota Kediri ke depan. Perpaduan antara tokoh pemuda berkecimpung dalam dunia pergerakan sosial kemasyarakatan dengan tokoh ulama yang sudah lama berkiprah pada pendidikan berbasis pesantren. (Hamzah)












