Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana turut hadir dan memberikan arahan strategis kepada kepengurusan baru TP-PKK. Mas Dhito, sapaan akrabnya, menyoroti tiga isu krusial yang menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kediri dan membutuhkan peran aktif dari TP-PKK.
Isu pertama adalah penurunan kasus stunting, yang berdasarkan data Bulan Timbang tercatat 7 persen dan 13 persen menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Kedua, TP-PKK diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait dampak negatif dispensasi pernikahan usia dini. Ketiga, TP-PKK diminta untuk berperan aktif dalam penanganan Anak Putus Sekolah (APS) yang jumlahnya saat ini mencapai angka mengkhawatirkan, yakni 10 ribu anak di Kabupaten Kediri.
“Kalau (ketiga) ini tidak diselesaikan, maka berpotensi menyumbang warga kategori rentan, miskin, dan miskin ekstrem,” jelas Mas Dhito, menekankan urgensi peran TP-PKK dalam mengatasi isu-isu strategis tersebut demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Kediri yang lebih sejahtera.
Pemberian penghargaan kepada kader PKK legendaris dan pelantikan kepengurusan baru ini menjadi momentum penting bagi TP-PKK Kabupaten Kediri. Diharapkan, sinergi antara pengalaman para senior dan semangat para pengurus baru akan membawa dampak positif yang signifikan dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan visi Kabupaten Kediri yang lebih maju dan sejahtera.(Adv/Kominfo)












