Terlihat kini tumbuh dari surau-surau kecil, pendidikan hadir dari gumam dan suara lantunan ayat suci Alquran di sore hari bersama anak-anak. Dari seorang guru tanpa pamrih, orang tua yang menaruh harapan besar pada putra-putrinya menggantungkan masa depan pada pendidikan non formal.
Namun dibalik semangat yang luar biasa, terdapat kenyataan hidup yang tidak bisa dialihkan yakni keterbatasan sarana seperti kurangnya meja yang mumpuni alias reyot, papan tulis yang sudah buram, dan kipas angin yang sudah tidak berputar.
“Keberadaan mereka masih butuh perhatian lebih,” kata Iwan Sopian, Camat Ngasem, dalam pertemuan dengan puluhan pengurus TPQ dan madrasah diniyah, pada akhir Maret 2025 lalu. “Padahal jika dibangun, mereka bisa membantu mewujudkan generasi bangsa yang lebih baik.”












