Example floating
Example floating
Peristiwa

Maskun Menjadikan Desa Jelu Bagikan Cahaya Ilmu

Hafida Hakimatul
×

Maskun Menjadikan Desa Jelu Bagikan Cahaya Ilmu

Sebarkan artikel ini

Memo, Bojonegoro.

Di Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, kini pendidikan Tidak hanya hidup dalam lingkungan formal, Muhammad Maskun (49) salah satu guru yang mengejar sekitar seperempat abad lalu, berhasil membangun Madrasah Diniyah Taklimiyah Ula Al Faqih. Madrasah tersebut menjadi madrasah kedua dalam mengamalkan ilmu dan rumah kedua bagi ratusan generasi dari desa Jelu.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

“Antusiasme warga sangat tinggi. Mereka percaya pendidikan non-formal ini adalah fondasi awal untuk jenjang selanjutnya,” ujarnya.

Terlihat kini tumbuh dari surau-surau kecil, pendidikan hadir dari gumam dan suara lantunan ayat suci Alquran di sore hari bersama anak-anak. Dari seorang guru tanpa pamrih, orang tua yang menaruh harapan besar pada putra-putrinya menggantungkan masa depan pada pendidikan non formal.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Namun dibalik semangat yang luar biasa, terdapat kenyataan hidup yang tidak bisa dialihkan yakni keterbatasan sarana seperti kurangnya meja yang mumpuni alias reyot, papan tulis yang sudah buram, dan kipas angin yang sudah tidak berputar.

“Keberadaan mereka masih butuh perhatian lebih,” kata Iwan Sopian, Camat Ngasem, dalam pertemuan dengan puluhan pengurus TPQ dan madrasah diniyah, pada akhir Maret 2025 lalu. “Padahal jika dibangun, mereka bisa membantu mewujudkan generasi bangsa yang lebih baik.”

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma