Tim CubeBot terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Elektro, satu mahasiswa Akuntansi, dan satu mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Mahasiswa teknik merancang perangkat keras dan lunak, mahasiswa akuntansi mengelola biaya, sementara mahasiswa PGSD memastikan materi sesuai kebutuhan anak.
CubeBot diprogram menggunakan aplikasi MBlock dengan metode visual coding berbasis blok. Anak cukup drag and drop perintah untuk mengendalikan robot, sehingga mereka dapat memahami logika pemrograman tanpa harus mempelajari coding rumit.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Selain mengajarkan berpikir logis, CubeBot melatih keterampilan kerja sama tim dan motorik halus melalui proses merakit dan menguji coba. Reza berharap inovasi ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Malang dan Jawa Timur, membentuk generasi yang melek teknologi, berpikir kritis, kreatif, dan mampu berkolaborasi.
“Kami ingin membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat edukasi yang menyenangkan dan bermanfaat. Anak-anak tetap bisa berinteraksi dengan teknologi, tapi dengan cara yang positif,” tutupnya.












