MEMO – Nur Aida, pemilik usaha Pawon Pengsong, berbagi kisah inspiratif tentang produk minuman herbal berbahan dasar rempah rimpang. Ide bisnis ini muncul dari keprihatinannya terhadap kesehatan masyarakat selama masa pandemi COVID-19.
Minuman herbal ini dibuat menggunakan bahan-bahan lokal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan berbagai rempah lainnya yang didapatkan langsung dari petani di Lombok. “Kami hanya menggunakan bahan yang kami beli langsung dari petani lokal Lombok,” jelas Aida.
Berawal dari modal kecil sebesar Rp500 ribu dan hanya memanfaatkan satu kilogram jahe, Aida kini berhasil meningkatkan produksi hingga 200 kilogram jahe setiap minggunya.
Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan, Aida mengakui masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan pasokan jahe lokal. “Produksi kami meningkat pesat, tapi suplai bahan baku jahe lokal masih kurang mencukupi,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Pro 3 RRI, Sabtu (28/12/2024).
Semua proses pembuatan produk ini, mulai dari pengolahan hingga pengemasan dalam saset aluminium foil, masih dilakukan secara manual oleh tim Aida. Dalam dua hari, mereka mampu memproduksi hingga 5.000 saset minuman herbal.
Keberhasilan produk Pawon Pengsong tidak hanya dirasakan di pasar lokal, tetapi juga telah merambah pasar internasional. Aida mengungkapkan bahwa minumannya kini telah diekspor ke Amerika Serikat, Turki, hingga Jerman.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
“Kami sudah mengirimkan produk ke berbagai negara, dan promosi utamanya dilakukan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram,” tambahnya. Rekomendasi dari para pelanggan juga menjadi kekuatan utama untuk menjangkau pasar global.
Dijual dengan harga mulai dari Rp3.000 per saset, minuman herbal Pawon Pengsong menjadi pilihan praktis untuk menjaga kesehatan. Aida berharap produknya dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.












