Menurut Sekcam NGadiluwih Drs Zainuri, di wilayah Kecamatan Ngadiluwih ada dua desa yang tergenangi air. Selain Branggahan, juga Desa tales Ngadiluwih, digenangi air hujan. Jika di dua desa tersebut pelayanan masyarakat terganggu, itu wajar karena hujan cukup deras dan airnya menggenagi desa desa di NGadiluwih. ” Puskesmas dan SD Branggahan memang diliburkan karena semuanya harus bersih bersih karena tergenangi air,” katanya.
Banjir yang menggenangi Ngadiluwih dan daerah Kediri lainnya karena hujan deras mengguyur sejak Rabu pagi hingga malam hari. Setelah hujan belum kunjung reda pada Kamis dini hari, akhirnya hari ini air melimpah dan menggenangi beberada kawasan yang datarannya lebih rendah.
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Kediri, Peresmian Jalan Stasiun dan 2.000 Porsi Pecel Gratis
Selain karena hujan juga disebabkan karena tanggul Kali Lanang yang airnya bermuara ke Kali Brantas juga jebol.“Banjir ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Rabu pagi hingga malam hari. Ada puluhan rumah dan sejumlah fasilitas umum terendam,” katanya.
Warga di sini saling bahu membahu untuk membangtu mengatasi jebolnya tanggul Kali Lanang dengan cara membuat gronjong sebagai penutup darurat agar airnya tidak merambah kemana mana. ( jok )
Baca Juga: Festival Dai Kediri Season 6 Dibuka Dorong Pemuda Sambut Indonesia Emas 2045












