Kediri, Memo
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, merespons cepat aduan masyarakat mengenai keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kelurahan Pojok.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Melalui kanal Lapor Mbak Wali 112, ia langsung menginstruksikan tim gabungan dari Dinas Sosial, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan untuk bergerak ke lokasi pada Senin (25/8/2025), guna menenangkan situasi sekaligus memberikan penanganan medis awal.
Sinergi Tangani ODGJ, Jamin Keamanan dan Kemanusiaan di Kota Kediri
Tugas seorang pemimpin bukan hanya soal kebijakan besar, tapi juga soal respons cepat dan kepedulian tulus terhadap warganya. Filosofi inilah yang terlihat dari langkah Mbak Wali saat menerima laporan.
Di matanya, keselamatan warga harus diutamakan, namun hal itu tidak boleh mengabaikan hak-hak mereka yang paling rentan. “Pada prinsipnya kenyamanan dan keselamatan warga harus diutamakan.
Namun hak-hak ODGJ ini juga tidak boleh diabaikan harus diberi pengobatan,” tegasnya, menunjukkan komitmennya pada pendekatan humanis.
Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri
Tim gabungan yang ia kirimkan segera melakukan asesmen di lokasi. Kepala Dinas Sosial, Paulus Luhur, menjelaskan bahwa mereka menemukan ODGJ bernama Fauzan yang terindikasi memiliki riwayat gangguan jiwa dalam keluarganya.
Setelah berhasil ditenangkan dan diberikan injeksi oleh tim kesehatan, Fauzan kini berada di barak sementara di Barak Semampir. Paulus menyebut, jika kondisi Fauzan belum membaik, ia akan segera dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Lawang, Malang, memastikan penanganan yang profesional dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Kediri serius dalam menyediakan layanan publik yang responsif. Mbak Wali berterima kasih kepada masyarakat yang proaktif melaporkan, seraya menegaskan bahwa kanal pengaduan Lapor Mbak Wali 112 adalah wujud komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah-tengah warga.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, ia berharap lingkungan yang aman dan peduli dapat terus terwujud. “Jangan khawatir, pemerintah hadir untuk menindaklanjuti setiap aduan. Terpenting, kita harus menolong dengan cara yang baik dan tidak melukai mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.












