Fraksi Partai Gerindra dan Partai Golkar mengkritisi target pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan APBN 2025 sebagai terlalu konservatif. Dua partai utama pendukung pemerintahan baru Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa Indonesia seharusnya menetapkan sasaran yang lebih ambisius untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang beragam.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Fraksi Politik Utama Menggugat APBN Terbaru dan Mencari Solusi
Fraksi Partai Gerindra dan Partai Golkar mengkritisi target pertumbuhan ekonomi dalam draf APBN 2025 sebagai terlalu konservatif. Dua partai ini, yang merupakan pendukung utama Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, berpendapat bahwa pemerintah seharusnya menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih ambisius ke depan.
Dewi Asmara, juru bicara Fraksi Golkar, menjelaskan bahwa partainya memahami penetapan target tersebut berdasarkan kondisi ekonomi global yang diprediksi stagnan, serta kebijakan suku bunga yang tinggi di Amerika Serikat, fluktuasi harga komoditas, dan ketegangan geopolitik yang berlanjut. Namun, Fraksi Golkar meyakini bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi di bawah pemerintahan baru.
“Dengan harapan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di awal masa pemerintahan, Fraksi Partai Golkar bertujuan mencapai momentum menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dewi dalam Sidang Paripurna untuk mengevaluasi Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal dalam Rancangan APBN 2025, yang diselenggarakan di Gedung DPR RI pada hari Selasa, 28 Mei 2024.
Golkar tetap setuju untuk mendalami rancangan awal APBN 2025 lebih lanjut, namun akan meminta penjelasan yang lebih mendalam mengenai strategi yang akan diambil pemerintah untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi. “Kami akan meminta penjelasan yang lebih rinci terkait langkah-langkah dan strategi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut,” tambah Dewi.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Sementara itu, Fraksi Partai Gerindra juga menganggap bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,1%-5,5% dalam Rancangan APBN 2025 terlalu konservatif. Wihadi Wiyanto, juru bicara Fraksi Gerindra, menyatakan pemahaman bahwa target tersebut dibuat dengan hati-hati mengingat ketidakpastian situasi global saat ini.
Namun demikian, Fraksi Gerindra tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 bisa melebihi target yang ditetapkan pemerintah. “Kami melihat bahwa target tersebut didukung oleh kondisi ekonomi nasional yang baik dan peningkatan pendapatan negara, sehingga pemerintah dapat mengendalikan defisit anggaran dan rasio utang negara ke depannya,” papar Wihadi.
Wihadi juga menambahkan bahwa optimisme Fraksi Gerindra didorong oleh komitmen kuat dari kepemimpinan presiden terpilih untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia, serta program-program unggulan yang telah disiapkan pemerintah baru, termasuk melanjutkan reformasi struktural dan mengembangkan sektor hilirisasi.
“Dorongan optimisme kami datang dari karakter kepemimpinan presiden terpilih yang bertekad kuat untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025: Kritik Fraksi Politik dan Harapan Lebih Tinggi
Meskipun Fraksi Partai Gerindra dan Partai Golkar menyuarakan ketidakpuasan terhadap target pertumbuhan ekonomi yang dianggap terlalu rendah dalam Rancangan APBN 2025, kedua fraksi tersebut tetap berkomitmen untuk mendukung pembahasan lebih lanjut mengenai rencana anggaran tersebut. Mereka menekankan perlunya pemerintah untuk menyusun strategi yang lebih detail dan berani guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Dengan optimisme atas kondisi ekonomi nasional yang stabil dan komitmen dari kepemimpinan baru, baik Fraksi Gerindra maupun Golkar yakin bahwa Indonesia dapat mencapai momentum menuju visi Indonesia Emas 2045.












