Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara telah mengungkapkan pandangannya terkait kondisi perekonomian pasca pandemi. Menurutnya, perekonomian global kini dihadapkan pada peningkatan fragmentasi geo-ekonomi.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Ia menyoroti bahwa pembatasan perdagangan dan investasi asing langsung (FDI) telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun 2018. Pola perdagangan berubah karena lebih banyak perusahaan yang merespons ketidakpastian kebijakan dan berusaha melindungi rantai pasokan mereka dari risiko geopolitik.
FDI juga semakin terfokus pada negara-negara yang memiliki kesamaan geopolitik, yang disebut sebagai “friendshoring.” Wamenkeu menyampaikan hal ini dalam acara Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) pada Kamis (7/12).
Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat
Indonesia, sebagai respons terhadap situasi global, telah meningkatkan upaya untuk mengantisipasinya. Ada tiga strategi kunci yang diterapkan pemerintah untuk menghadapi tantangan tersebut. Pertama, menjaga stabilitas ekonomi makro dengan merancang respons kebijakan secara hati-hati.
Kedua, memberikan dukungan fiskal yang tepat sasaran, terutama untuk kelompok rentan. Dan ketiga, terus membangun pertumbuhan jangka panjang yang lebih kuat melalui reformasi struktural yang komprehensif.
Wamenkeu dan Mari Elka: Strategi Indonesia Menghadapi Dinamika Ekonomi Global
Wamenkeu juga mengemukakan pandangannya mengenai masa depan kerja sama multilateral. Menurutnya, lembaga-lembaga internasional perlu melakukan perubahan sesuai dinamika dunia agar keadilan dan pemerintahan yang inklusif dapat terjaga.