“KPU ialah instansi service yang bekerja layani dan memanage orang yang berkonflik. Maka dari itu KPU dan barisan janganlah sampai menajdi factor pemicu perselisihan,” pungkas Hasyim akhiri perbincangannya.
Seirama dengan Ketua KPU RI, Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) Rahmat Bagja meyampaikan hal yang sama. Dia memercayai bila pemilu inklusif telah ada semenjak dulu.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
“Pemilu 1955 mengajari jika bangsa kita biasa dengan perselisihan, karena itu berlangsungnya terjadinya polarisasi pada Pemilu 2019 bisa diprediksikan,” terangnya.
Pembicara selanjutnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari PDI Perjuangan, Jarot Syaiful Hidayat memberi penekanan jika demokrasi ialah alat, bukan arah.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Maksudnya bagaimana merealisasikan misi berkebangsaan, Indonesia yang merdeka, berpadu, berdaulat, makmur dan adil. Jarot menyorot timbulnya perselisihan di intern parpol dengan mekanisme pemilu saat ini.
Dan Anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Wily Aditya sampaikan opini Bung Karno masalah dua mode politik.
Pertama ialah Low politik atau politik tingkat rendah, berbentuk kontestasi politik merampas kekuasaan. Yang ke-2 , Willy sampaikan masalah High politik, atau politik tingkat tinggi yang disebut politik kebangsaan.
Awalnya, dalam sambutan pembukaan, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo sampaikan 4 pilar Brawijayan sebagai gen peradaban.
Empat pilar itu mencakup kesatuan, globalisasi, toleran, dan kesetaraan dan kesetiaan. “ini sebagai ide berkebangsaan yang kita angkat sebagai universitas dengan tagline World Class University,”, jelas Widodo.
Untuk dipahami, jadwal diawali pada jam 14.00 dan berjalan sepanjang lebih kurang dua setegah jam. Berada di Auditorium Nuswantara Lantai 7 FISIP Kampus Brawijaya.
Selainnya seluruh civitas akademisa FISIP UB, datang juga dalam sarasehan, Ketua dan Anggota KPU Propinsi Jawa Timur, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten/Kota sekitar. Alumni FISIP UB, Bram Herlambang yang disebut wartawan CNN Indonesia bertindak selaku pemandu acara.












