Example floating
Example floating
Home

Kontroversi Harga Nikel, Luhut Pandjaitan Pertanyakan Kredibilitas Tom Lembong

Alfi Fida
×

Kontroversi Harga Nikel, Luhut Pandjaitan Pertanyakan Kredibilitas Tom Lembong

Sebarkan artikel ini
Kontroversi Harga Nikel, Luhut Pandjaitan Pertanyakan Kredibilitas Tom Lembong
Kontroversi Harga Nikel, Luhut Pandjaitan Pertanyakan Kredibilitas Tom Lembong

MEMO

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menanggapi tajam pernyataan Thomas Lembong atau Tom Lembong terkait harga nikel. Luhut meragukan kecerdasan intelektual Tom Lembong yang saat ini menjadi Co-Captain Timnas Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN).

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Sengketa informasi harga nikel pun menjadi sorotan, dengan Luhut menilai Tom Lembong memberikan informasi yang keliru.

Kontroversi Informasi Harga Nikel

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan tanggapan tegas terhadap Thomas Lembong atau Tom Lembong, terkait informasi harga nikel. Luhut menyatakan keraguan terhadap kecerdasan intelektual Tom Lembong, yang saat ini menjabat sebagai Co-Captain Timnas Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN).

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Luhut merasa bahwa Tom Lembong memberikan informasi yang tidak akurat kepada Cawapres AMIN mengenai penurunan harga nikel.

Menurut Luhut, seharusnya Tom Lembong mampu melihat data dalam jangka waktu yang lebih panjang, terutama mengingat fluktuasi harga komoditas yang cenderung naik turun. Luhut menyoroti khususnya harga nikel yang saat ini sedang mengalami peningkatan.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Luhut menekankan bahwa selama 10 tahun terakhir, harga nikel dunia berada di sekitar US$ 15 ribu per ton. Harga tersebut mengalami peningkatan sejak 2014-2019, periode di mana pemerintah Indonesia mulai menerapkan kebijakan hilirisasi. Pada masa itu, harga rata-rata nikel hanya sekitar US$ 12 ribu per ton.