Langkah terbuka ini dinilai sebagai manuver politik yang langka. Biasanya, partai akan menutupi rapat konflik internal. Namun, PPP Kota Blitar memilih transparansi sebagai strategi untuk merawat kepercayaan publik di saat partai berada dalam kondisi paling rapuh.
Komitmen Perubahan dan Penyelamatan Partai
DPC PPP Kota Blitar memperjelas posisinya: mereka berada di kubu yang menginginkan perubahan total. Mereka menegaskan keberpihakan pada gerakan reformasi yang kini digelorakan mayoritas kader di berbagai daerah.
“Kami berdiri di pihak perubahan, keterbukaan, dan perbaikan partai. Perjuangan untuk menyelamatkan PPP dari kepemimpinan yang gagal sedang dilakukan oleh mayoritas kader dan pengurus se-Indonesia,” tandasnya.
Nuhan mengakui citra PPP kini tercoreng. Namun, ia menutup pernyataan dengan komitmen perbaikan. “Kami berkomitmen merapikan barisan, memperbaiki organisasi, dan mengembalikan PPP ke khitah-nya sebagai partai Islam yang memperjuangkan umat dengan akhlak dan keteladanan,” tutupnya.
Sikap terbuka DPC PPP Kota Blitar ini adalah sinyal jelas bahwa suara arus bawah partai telah memuncak. Kisruh Muktamar kini menjadi pertaruhan apakah PPP mampu merespons desakan perubahan atau justru terperosok lebih dalam.












