“Untuk menghindari situasi yang buruk, tindakan pencegahan sangat diperlukan. Pengambilan air tanah dengan pemompaan berlebihan atau melebihi batas aman telah terbukti menyebabkan dampak negatif terhadap kondisi dan lingkungan air tanah,” ungkap Wafid.
“Ia menambahkan bahwa degradasi kondisi dan lingkungan air tanah karena aktivitas manusia dapat dicegah melalui intervensi yang positif. Salah satunya dengan melakukan rekayasa teknis untuk menangani dampak pengambilan air tanah dengan tujuan memulihkan kondisi dan lingkungan air tanah,” tambahnya.
Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah
Kebijakan terbaru terkait pemanfaatan air tanah ini diterbitkan pada 14 September 2023. Kehadiran aturan ini membatasi masyarakat untuk sembarangan dalam pengambilan dan pemanfaatan air tanah serta sungai.
Kebijakan baru Kementerian ESDM terkait air tanah menegaskan perlunya pengaturan dalam penggunaan air demi menjaga keberlanjutan sumber daya. Muhammad Wafid, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, memperingatkan akan konsekuensi negatif dari pengambilan berlebihan terhadap air tanah.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Sebagai solusi, pemerintah mendorong upaya untuk mencegah penurunan kualitas air tanah melalui regulasi yang ketat. Diharapkan kebijakan ini dapat mengurangi ancaman terhadap lingkungan dan memastikan ketersediaan air tanah untuk generasi mendatang.