Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, seluruh personel telah menggelar simulasi dan apel pengamanan. Tujuannya satu: memastikan unjuk rasa berjalan damai dan pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik tanpa ada kericuhan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan tersebut dan menggunakan jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan.
Pada akhirnya, unjuk rasa ini diharapkan menjadi ruang aspirasi, bukan ajang kekerasan. Kisah di balik pengamanan ini mengingatkan kita bahwa di tengah perbedaan pandangan politik, semangat untuk menjaga persatuan dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












