Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Kisah Gelap Jalur Vital yang Diterangi Asa Warga di Lereng Gunung Kelud, Perbatasan Kediri-Blitar

A. Daroini
×

Kisah Gelap Jalur Vital yang Diterangi Asa Warga di Lereng Gunung Kelud, Perbatasan Kediri-Blitar

Sebarkan artikel ini
Kisah Gelap Jalur Vital yang Diterangi Asa Warga di Lereng Gunung Kelud, Perbatasan Kediri-Blitar

Kediri, Memo
Di tengah gemerlap penerangan kota, ironi justru menyelimuti kawasan perbatasan Blitar-Kediri. Masyarakat di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri, mendambakan hadirnya cahaya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai untuk menunjang kelancaran aktivitas di malam hari.

Desa Sumberasri diketahui menjadi garda terdepan Kabupaten Blitar dari arah utara, berbatasan langsung dengan Desa Margourip, Kecamatan Ngancar, Kediri. Akses vital yang menghubungkan kedua desa ini terpisah oleh keberadaan cekdam. Mirisnya, saat malam menjelang, kawasan perbatasan ini kerap diselimuti kegelapan akibat minimnya sentuhan fasilitas PJU.

Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan

Selama ini, inisiatif mandiri menjadi solusi sementara bagi warga sekitar. Mereka bergotong royong memasang penerangan jalan seadanya, sebuah upaya sederhana namun signifikan dalam membantu masyarakat yang melintas di kegelapan malam.

“Yang penting jalannya tidak gelap dulu,” ujar Sutaji, salah seorang warga setempat, menggambarkan kondisi penerangan swadaya yang ada.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Harapan besar kini tertumpu pada dinas terkait agar memprioritaskan pemasangan PJU di kawasan perbatasan ini. Pasalnya, Desa Sumberasri secara tidak langsung menjadi representasi wajah pertama Kabupaten Blitar bagi para pendatang dari wilayah utara.

Kondisi penerangan yang lebih memadai di malam hari sangat dinantikan, terutama di area sekitar cekdam yang kanan kiri jalannya mulai jarang dijumpai permukiman penduduk. Kegelapan di area ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna jalan.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Lebih dari sekadar jalur penghubung antar dua kabupaten, akses ini juga memegang peranan penting sebagai jalur alternatif bagi para wisatawan yang ingin menikmati pesona kawasan puncak Gunung Kelud. Gunung yang berdiri gagah di perbatasan tiga kabupaten, Blitar, Kediri, dan Malang ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

Dari arah Kabupaten Kediri, wisatawan dapat mencapai kawasan wisata Gunung Kelud melalui Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, dengan akses kendaraan yang relatif dekat dengan bibir kawah. Sementara itu, dari wilayah Kabupaten Blitar, jalur pendakian menjadi primadona bagi para petualang dari berbagai penjuru.

Sebut saja jalur pendakian di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, maupun jalur pendakian dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari. Kedua jalur pendakian ini selama ini berhasil memikat perhatian para pendaki yang ingin menyaksikan keindahan Gunung Kelud dari sisi selatan yang berbeda.

Dengan demikian, penerangan yang memadai di jalur perbatasan Blitar-Kediri tak hanya bermanfaat bagi warga lokal, namun juga mendukung potensi pariwisata daerah.