Example floating
Example floating
Peristiwa

Ini Keputusan Gila! Apakah Hakim Konstitusi Anwar Bersalah atau Tidak?

Alfi Fida
×

Ini Keputusan Gila! Apakah Hakim Konstitusi Anwar Bersalah atau Tidak?

Sebarkan artikel ini
Ini Keputusan Gila! Apakah Hakim Konstitusi Anwar Bersalah atau Tidak?
Ini Keputusan Gila! Apakah Hakim Konstitusi Anwar Bersalah atau Tidak?

Sebagai informasi, MKMK telah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan hakim konstitusi terkait dugaan pelanggaran etika ini. Dari sembilan hakim konstitusi yang diperiksa, hanya Ketua MK Anwar Usman yang diperiksa dua kali oleh MKMK.

Jimly menjelaskan bahwa Anwar diperiksa dua kali karena jumlah laporan terhadapnya paling banyak dibanding yang lainnya.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Bus Indorent Jakarta Malang Terguling di Tol Ngawi Pramugari Tewas dan 32 Penumpang Luka Akibat Kecelakaan Tunggal

“Pak Ketua kita panggil kembali, mengingat dia adalah yang paling banyak dilaporkan, baik yang pertama maupun yang terakhir, karena pelaporan terhadap beliau paling banyak,” kata Jimly di Gedung MK, Jakarta, pada hari Kamis (2/11).

Keputusan Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Konstitusi Anwar Usman – Rapat Tertutup MKMK

Dalam rapat tertutup Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) pada Senin (6/11), dibahas hasil pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran etika yang melibatkan Hakim Konstitusi Anwar Usman dan rekan-rekannya.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Pemeriksaan tersebut telah dilakukan terhadap sembilan hakim konstitusi, di mana Anwar Usman menjadi hakim yang paling banyak dilaporkan. Rapat ini akan memengaruhi keputusan terkait UU Pemilihan Umum (Pemilu) dan syarat usia calon presiden serta wakil presiden.

Jimly Asshiddiqie, Ketua MKMK, berkomitmen untuk mengumumkan hasil pemeriksaan tersebut sebelum tanggal 8 November. Keputusan ini diharapkan dapat menjaga keadilan dan kecepatan dalam penyelesaian kasus ini.

Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah

Dengan demikian, MKMK akan memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan baik dan adil. Penantian publik akan berakhir pada tanggal 7 November ketika keputusan akhir diumumkan, dan implikasinya akan sangat signifikan dalam konteks pemilihan umum mendatang.