Sri juga mengapresiasi pendamping yang mau hadir pada pertemuan rutin pembudidaya lele. Kehadiran pendamping bersama penyuluh dirasa dapat memberikan semangat dan berbagai solusi atas permasalahan yang terjadi.
Rencananya modal yang dipinjamkan akan digunakan Sri untuk pembelian pakan, benih, dan menambah kolam yang saat ini berjumlah 15 petak. Ia optimis, produksi lelenya akan bertambah dan dapat meningkatkan perekonomian.
Upaya LPMUKP ini sejalan dengan salah satu program besar Menteri Trenggono, yakni untuk mengembangkan kampung budidaya di berbagai daerah di Indonesia. “Setiap kecamatan harus ada kampung perikanan budidaya dengan ciri khas masing-masing. Di sini sudah produksi lele, di kecamatan lain harus ada misal kampung nila, kampung patin, kampung ikan dewa, dan sebagainya,” harap Menteri Trenggono.












