Example floating
Example floating
Birokrasi

Kemenangan KKP di Prancis Lindungi Nelayan dan Ekosistem Laut

Avatar
×

Kemenangan KKP di Prancis Lindungi Nelayan dan Ekosistem Laut

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem pelaporan dan pemantauan sebagai wujud kepatuhan terhadap regulasi internasional yang berlaku.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menyampaikan bahwa forum IOTC memiliki peran krusial sebagai salah satu instrumen penting dalam tata kelola perikanan tuna yang berkelanjutan di kawasan Samudera Hindia.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

“Sejak awal, kami telah mempersiapkan tim delegasi RI yang kompeten untuk bernegosiasi di sana. Tim ini juga telah mendapatkan arahan yang jelas dari Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan (Sakti Wahyu Trenggono) untuk terus memperjuangkan kepentingan perikanan Indonesia di tingkat dunia,” ujarnya.

KKP akan terus berupaya memastikan bahwa kepentingan para nelayan, industri perikanan, serta kelestarian sumber daya perikanan nasional tetap terlindungi dalam kerangka kerja sama internasional yang adil dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Tambahan kuota penangkapan tuna ini, menurut Lotharia Latif, harus menjadi pendorong bagi seluruh pihak untuk semakin mematuhi sistem penangkapan ikan yang lebih berkelanjutan.

Penangkapan ikan harus dilakukan secara terukur, dan kapal serta alat tangkap yang digunakan wajib memenuhi standar aturan tentang cara penangkapan ikan yang baik dan benar. Kepatuhan terhadap pelaporan yang terdata dengan jelas dan memiliki ketertelusuran yang baik, termasuk pelaporan hasil tangkapan, juga merupakan hal yang mutlak.

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

“Dengan demikian, kita tidak akan dianggap sebagai pelaku penangkapan ikan ilegal, justru kita turut berkontribusi dalam menjaga ekologi dan keberlanjutan sumber daya ikan di laut. Hal ini tidak akan tercapai apabila seluruh pihak, baik nelayan maupun pelaku usaha, tidak mendukung kebijakan pemerintah tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, telah menekankan betapa pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Trenggono mengaku telah menggagas berbagai program ekonomi biru sebagai upaya konkret untuk memastikan terjaganya kepentingan ekologi tersebut.