Sementara itu, mengantisipasi jumlah kuota tidak sampai 100 persen, pihaknya juga telah menyiapkan regulasinya dan mencari solusi terbaik bagi para calon jamaah haji.
“Tapi ditunggu dulu pengumuman resmi dari pemerintah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada kabar dari Arab Saudi untuk kuota jamaah haji tahun ini,” tuturnya.
Husnul juga menyampaikan bahwa jumlah jamaah asal Jatim yang sudah antre untuk menunaikan ibadah haji sebanyak 1,096 juta orang atau harus menunggu selama 32 tahun ke depan.
Jumlah tersebut, kata dia, hanya seperlima jamaah masuk daftar tunggu se-Indonesia, yang jumlahnya mencapai 5,1 juta orang.
Di sisi lain, pertengahan Maret lalu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa Arab Saudi akan membuka pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah luar negeri, termasuk Indonesia pada penyelenggaraan haji 1443 Hijriah atau 2022 Masehi.
Kabar itu disampaikan Yaqut saat menggelar pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (20/3).
Menag berharap Indonesia bisa mendapatkan kuota yang ideal seiring dengan banyaknya jamaah yang sudah menunggu dan rindu ke Tanah Suci.