Situasi menjadi lebih sulit ketika pada menit ke-63, Indonesia harus kebobolan melalui titik penalti. Pelatih kemudian melakukan sejumlah perubahan strategi dengan pergantian pemain, tetapi hal itu tidak memberikan dampak signifikan karena lemahnya lini serang Indonesia selama turnamen.
Bung Kus juga menyoroti bahwa selama fase grup, lini depan Timnas Indonesia kurang produktif dalam mencetak gol. Menurutnya, menambah kekuatan lini belakang untuk memaksa Filipina bermain imbang adalah langkah yang lebih realistis. “Sayangnya, peluang itu terlewatkan,” tambahnya.
Baca Juga: Persik Kediri Anggap Laga Kontra Persebaya di Gresik sebagai Titik Balik Wajib Menang
Di sisi lain, Bung Kus menegaskan bahwa menyalahkan wasit bukanlah solusi. “Lebih baik kita introspeksi dan menjadikan ini pelajaran penting, terutama karena Indonesia memiliki target besar di kualifikasi Piala Dunia mendatang,” tutupnya.












